TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
Tentang
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN
MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
Oleh:
SINTA
KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas:
7.5 PGSD
Dosen
Pengampu:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN
MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH
A. Konsep Dasar Hubungan Sekolah
Dengan Masyarakat
Secara
etimologis hubungan masyarakat diterjemahkan dari perkataan bahasa Inggris
“public relation” yang berarti hubungan sekolah dengan masyarakat ialah sebagai
hubungan timbal balik antar suatu organisasi (sekolah) dengan masyarakatnya.
Pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilihat dari beberapa definisi berikut ini. Menurut Kindred Leslia, dalam bukunya “School Public Relation” mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut : hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
Pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat dapat dilihat dari beberapa definisi berikut ini. Menurut Kindred Leslia, dalam bukunya “School Public Relation” mengemukakan pengertian hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut : hubungan sekolah dengan masyarakat adalah suatu proses komunikasi antara sekolah dengan masyarakat untuk berusaha menanamkan pengertian warga masyarakat tentang kebutuhan dari karya pendidikan serta pendorong minat dan tanggung jawab masyarakat dalam usaha memajukan sekolah.
Selanjutnya
Onong U. Effendi dalam bukunya Human Relations and Public Relations dalam
Management (1973:55) mengemukakan bahwa Public Relations adalah kegiatan
berencana untuk menciptakan, membina dan memelihara sikap budi yang
menyenangkan bagi organisasi di satu pihak dan publik di lain pihak. Untuk
mencapainya adalah dengan jalan komunikasi yang baik dan luas secara timbal
balik.
Pada
hakikatnya sekolah merupakan bagian yang tak terpisahkan dengan masyarakat,
khususnya masyarakat publiknya, seperti para orang tua murid atau anggota badan
Pembantu Penyelenggaraan Pendidikan (BP3) dan atasan langsungnya.
Demikian pula hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat. Maka kegiatan-kegiatan sekolah juga harus terpadu dengan derap masyarakat, tak boleh sekolah itu merupakan “menara gading” bagi masyarakatnya.
Demikian pula hasil pendidikan pelaksanaan sekolah akan menjadi harapan bahkan dambaan masyarakat. Maka kegiatan-kegiatan sekolah juga harus terpadu dengan derap masyarakat, tak boleh sekolah itu merupakan “menara gading” bagi masyarakatnya.
B.
Pentingnya
Hubungan Sekolah Dan Masyarakat
Beberapa
pandangan filosofis tentang hakikat sekolah masyarakat, dan bagaimana hubungan
antara keduanya.
1. Sekolah
adalah bagian yang integral dari masyarakat, ia bukan merupakan lembaga yang
terpisah dari masyarakat.
2. Hak
hidup dan kelangsungan hidup sekolah bergantung pada masyarakat.
3. Sekolah
adalah lembaga sosial yang berfungsi untuk melayani anggota-anggota masyarakat
dalam bidang pendidikan.
4. Kemajuan
sekolah dan kemajuan masyarakat saling berkolerasi, keduanya saling membutuhkan.
5. Masyarakat
adalah pemilik sekolah. Sekolah ada karena masyarakat memerlukannya.
Betapa
pentingnya hubungan sekolah dan masyarakat itu, terutama di negara kita, dapat
pula ditinjau dari sudut historis, sebagai berikut :
1. Dari
sejarah, kita mengetahui bahwa pada zaman kolonial Belanda dahulu, sekolah-
sekolah diisolasikan dari kehidupan masyarakat sekitar.
2. Dan
zaman kemerdekaan ini, sekolah merupakan lembaga pendidikan yang seharusnya
mendidik generasi muda untuk hidup di masyarakat kelak nanti.
3. Sekolah
haruslah merupakan tempat pembinaan dan pengembangan pengetahuan dan kebudayaan
yang sesuai dan dikehendaki oleh masyarakat tempat sekolah itu didirikan.
4. Sebaliknya,
masyarakat harus dan wajib membantu dan bekerja sama dengan sekolah agar apa
yang diolah dan dihasilkan sekolah sesuai dengan apa yang dikehendaki dan
dibutuhkan oleh masyarakat.
5. Dari
sejarah pendidikan kita mengenal adanya arbeid school (sekolah kerja) seperti
yang didirikan oleh Ovide Decroly di Belgia, sekolah kerja yang didirikan oleh Kerschensteiner
di Jerman, dan oleh John Dewey di Amerika Serikat. Semua ini merupaka usaha
para ahli didik yang menunjukkan kepada kita betapa pentingnya sekolah itu
berintegrasi dengan masyarakat untuk mencapai tujuan pendidikan yang
benar-benar sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat yang selalu
berkembang menuju kemajuan.
6. Pentingnya
hubungan sekolah dengan masyarakat dapat pula dikaitkan dengan semakin
banyaknya isu yang berupa kritik- kritik dari masyarakat tentang tidak
sesuainya produk sekolah dengan kebutuhan pembangunan, bahwa lulusan sekolah
merupakan produk yang tidak siap pakai, semakin membengkaknya jumlah anak putus
sekolah, makin banyak pengangguran, dan sebagainya. Meskipun hal-hal tersebut
merupakan masalah yang kompleks dan untuk memecahkan masalah-masalah itu bukan
semata-mata merupakan tanggung jawab sekolah, dengan meningkatkan keefektifan
hubungan sekolah dan masyarakat maka beberapa masalah tersebut dapat
terkurangi.
C.
Prinsip-
prinsip dan Metode dalam Membina Hubungan Sekolah dengan Masyarakat
Adapun
prinsip- prinsip hubungan sekolah dengan masyarakat sebagai berikut :
1. Kerjasama
harus dimodali dengan iktikad baik untuk menciptakan citra baik tentang
pendidikan.
2. Pihak
awam dalam berperan serta membantu dan merealisasikan program sekolah,
hendaknya menghormati dan menaati ketentuan/ peraturan yang diberlakukan di
sekolah.
3. Berkaitan
dengan prinsip dan teknis edukatif, sekolahlah yang lebih berkewajiban dan
lebih berhak menanganinya.
4. Segala
saran yang berkaitan dengan kepentingan sekolah harus disalurkan melalui
lembaga resmi yang bertanggung jawab dalam melaksanakannya.
5. Partisipasi/
peran serta masyarakat tidak saja dalam bentuk gagasan/ usul/ saran tetapi juga
berikut organisasi dan kepengurusannya yang dirasakan benar-benar bermanfaat
bagi kemajuan sekolah.
6. Peran
serta masyarakat tidak dibatasi oleh jenjang pendidikan tertentu, sepanjang
tidak mencampuri teknis edukatif/ akademis.
7. Peran
serta masyarakat akan bersifat konstruktif, apabila mereka sebagai awam diberi
kesempatan mempelajari dan memahami permasalahan serta cara pemecahannya bagi
kepentingan dan kemajuan sekolah.
8. Supaya
sukses dalam “saling berperan serta”, haruslah dipahami betul nilai, cara kerja
dan pola hidup yang ada dalam masyarakat.
9. Kerjasama
harus berkembang secara wajar, diawali dari yang paling sederhana, berkembang
hingga hal-hal yang lebih besar.
10. Efektifitas
keikutsertaan para awam perlu dibina hingga layak dalam mengembangkan gagasan/
penemuan, saran, kritik sampai pada usaha pemecahan dan pencapaian keberhasilan
bagi kemajuan sekolah.
D.
Tujuan
Hubungan Sekolah Dengan Masyarakat
Mengenai
tujuan, menurut T. Sianipar dapat ditinjau dari sudut kepentingan kedua lembaga
tersebut, yaitu kepentingan sekolah dan kepentingan masyarakat.
Ditinjau
dari kepentingan sekolah, pengembangan penyelenggaraan hubungan sekolah
dan masyarakat bertujuan untuk:
1. Memelihara
kelangsungan hidup sekolah.
2. Meningkatkan
mutu pendidikan di sekolah yang bersangkutan.
3. Memperlancar
proses belajar mengajar.
4. Memperoleh
dukungan dan bantuan dari masyarakat yang diperlukan dalam pengembangan dan
pelaksanaan program sekolah.
Sedangkan
ditinjau dari kebutuhan masyarakat itu sendiri, tujuan hubungannya dengan
sekolah adalah untuk :
1. Memajukan
dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama dalam bidang
mental-spiritual.
2. Memperoleh
bantuan sekolah dalam memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh
masyarakat.
3. Menjamin
relevensi program sekolah dengan kebutuhan masyarakat.
4. Memperoleh
kembali anggota-anggota masyarakat yang makin meningkat kemampuannya.
Secara
lebih kongkrit lagi, tujuan diselenggarakan hubungan sekolah dan masyarakat
adalah :
1. Mengenalkan
pentingnya sekolah kepada masyarakat.
2. Mendapatkan
dukungan dan bantuan moral maupun finansial yang diperlukan bagi pengembangan
sekolah.
3. Memberikan
informasi kepada masyarakat tentang isi dan pelaksanaan program sekolah.
4. Memperkaya
atau memperluas program sekolah sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan
masyarakat.
5. Mengembangkan
kerjasama yang lebih erat antara keluarga dan sekolah dalam mendidik anak-
anak.
Sedangkan
Elsbree mengemukakan tujuan hubungan sekolah dengan masyarakat adalah :
1. Untuk
meningkatkan kualitas belajar dan pertumbuhan anak.
2. Untuk
meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pendidikan dan meningkatkan
kualitas kehidupan masyarakat.
3. Untuk
mengembangkan antusiasme/ semangat saling bantu antara sekolah dengan
masyarakat demi kemajuan kedua belah pihak.
Ketiga
tujuan tersebut menggambarkan adanya “two way trafic” atau dua arus komunikasi
yang saling timbal balik antara sekolah dengan masyarakat. Hubungan sekolah
dengan masyarakat akan berjalan dengan baik apabila terjadi kesepakatan antara
sekolah dengan masyarakat tentang “policy”(kebijakan), perencanaan program dan
strategi pelaksanaan pendidikan di sekolah. Dengan demikian tidak lagi ada
“barrier” (penghalang) dalam melaksanakan program hubungan sekolah dengan
masyarakat.
DAFTAR PUSTAKA
Kuswara, Deni. 2007. Pengelolaan Pendidikan. Bandung : UPI
Press
Gunawan, Ari.2002. Administrasi Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta
Purwanto, Ngalim. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja
Gunawan, Ari.2002. Administrasi Sekolah. Jakarta : Rineka Cipta
Purwanto, Ngalim. 2009. Administrasi dan Supervisi Pendidikan. Bandung : Remaja
Rosdakarya