Senin, 29 Juli 2019

BELAJAR dan MENGAJAR


TUGAS  1
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Belajar dan Mengajar
Oleh:
SINTA KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas: 7.5 PGSD
Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

A.    Belajar dan Mengajar
1.      Pengertian Belajar
Belajar adalah suatu prose perubahan  perilaku individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun pengalamannya, belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku. Perubahan tersebut disebabkan oleh seringnya interaksi antara stimulus dan respons. Berikut ini definisi belajar menurut para ahli :
a.       Slameto (2010: 2) “belajar adalah suati proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
b.      Vigotsky dalam thobroni (2015: 95) mengemukakan bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam interaksi dengan lingkungan maupun fisik.
c.       John Dewey dalam Asep Jihad dan Abdul Haris (2003: 2), belajar merupakan bagian interaksi manusia dengan lingkungannya. Pelajar harus dibimbing kea rah pemanfaatan kekuatan untuk melakukan berpikir reflektif”. Belajar adalah suatu proses perubahan perilaku individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun pengalamannya.
d.      Tawil, Muh dan Liliasari (2014: 3) mengemukakan bahwa belajar merupakan kebutuhan pokok yang sangat mendasar bagi setiap individu, karena dengan belajar individu mengalami suatu perubahan tingkah laku.
2.      Pengertian mengajar
Mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong dan membimbing seseirang untuk mendapatkan atau mengubah keterampilan, sikap dan pengetahuannya. Mengajar bukan hanya proses penyampaian bahan ajar melainkan sebuah interaksi yang di bangun antara guru dengan siswa sehingga terjadi stimulus dan respons. Mengajar merupakan suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi belajar mengajar. Berikut define mengajar menurut para ahli :
a.       Alvin, Howard dalam Slameto (2010: 32) mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) dan knowledge”.
b.      John Pancella dalam Slameto (2010: 33), mengajar dapat dilukiskan sebagai membuat keputusan (decision making) dalam interaksi, dan hasil dari keputusan guru adalah jawaban siswa atau sekelompok siswa, kepada siswa guru berinteraksi”.
c.       Gagne dan Brig dalam Aqib, Zainal (2013: 67) mengemukakan bahwa pengajaran bukanlah sesuatu yang terrjadi secara kebetulan, melainkan adanya kemampuan guru yang dimiliki tentang dasar-dasar mengajar yang baik.

B.     Prinsip Belajar dan Mengajar
Menurut Gulo (2008: 77) prinsip-prinsip belajar mengajar, antara lain:
1.      Prinsip motivasi, dimana guru berperan sebagai motivator yang merangsang dan membangkitkan motif-motif yang positif dari siswa dalam proses belajar mengajar.
2.      Prinsip latar atau konteks, yaitu prinsip keterhubungan bahan baru dengan apa yang telah diperoleh siswa sebelumnya.
3.      Prinsip keterarahan, yaitu adanya pola pengajaran yang menghubung-hubungkan seluruh aspek pengajaran.
4.      Prinsip belajar sambil bekerja, yaitu mengintegrasikan pengalaman dengan kegiatan fisik dan pengalaman dengan kegiatan intelektual.
5.      Prinsip perbedaan perorangan, yang kenyataan bahwa ada perbedaan-perbedaan tertentu diantara setiap siswa.
6.      Prinsip pemecahan masalah, yaitu mengarahkan siswa untuk peka terhadap masalah dan mempunyai keterampilan untuk mampu menyelesaikannya.
7.      Prinsip menemukan, yaitu membiarkan sendiri siswa menemukan informasi yang dibutuhkan dengan pengetahuan yang seperlunya dari guru.

C.    Keterampilan mengajar
Jenis-jenis keterampilan mengajar terbatas, mempunyai rentangan dari yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang mengimplementasikan guru sebagai pusat keaktifan sampai kepada penciptaan situasi yang membri kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara optimal. Jenis-jenis keterampilan mengajar tersebut meliputi :
1.      Keterampilan bertanya (dasar dan lanjutan)
2.      Keterampilan memberi penguatan
3.      Keterampilan mengadakan variasi
4.      Keterampilan menjelaskan
5.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
6.      Keterampilan memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.
7.      Keterampilan mengelola kelas, yang dimaksud dengan keterampilan mengelola kelas adalah keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.

D.    Tujuan Keterampilan Mengajar
Dalam pembelajaran di sekolah dasar keterampilan mengajar sangat penting. Karena dengan adanya keterampilan mengajar seorang  pendidik akan tahu ap-apa saja kegiatan yang akan dilakukan selama prose pembelajaran berlangsung.
Tujuan keterampilan mengajar, antara lain:
1.      Untuk menjadi pengajar yang professional.
2.      Penunjang untuk keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran
3.      Keterampilan dasar mengajar dapat di ambil dari berbafai sumber di mana bahan ini digunakan untuk para peserta didik yang melakukan praktifk mengajar di sekolah sebelum bekerja sepenuhnya sebagai seorang pengajar.

E.     Macam-macam Keterampilan Mengajar
Turney (1973) mengemukakan delapan (8) keterampilan dasar mengajar, yakni:
1.      Keterampilan bertanya
Bertanya adalah bahasa verbal untuk meminta respon siswa baik berupa pengetahuan, pendapat, atau pun sekedar mengembalikan konsentrasi siswa yang terdestruc oleh berbagai kondisi selama KBM berlangsung. Dalam proses belajar mengajar, “Bertanya” memainkan peranan penting sebab bertanya dapat menjadi stimulus yang efektif untuk mendorong kemampuan berpikir siswa. Untuk meningkatkan partisipasi siswa dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik ketika mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa. Tujuan guru mengajukan pertanyaan yaitu :
a.       Menimbulkan rasa ingin tahu.
b.      Merangsang fungsi berpikir
c.       Mengembangkan keterampilan berpikir
d.      Memfokuskan perhatian siswa
e.       Mendiagnosis kesulitan belajar siswa
f.       Menkomunikasikan harapan yang diingkan oleh guru dari siswanya.
2.      Keterampialn memberikan penguatan
Penguatan adalah segala bentuk respons, baik bersifat verbal maupun non verbal, yang merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa, bertujuan memberikan informasi atau umpan bali (feed back) bagi si penerima (siswa), atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga merupakan respon terhadap tingkah laku yang dapat menigkatkan kemungkinan berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Teknik pemberian penguatan dalam KBM yang bersifat verbal dapat dinyatakan melalui pujian, penghargaan ataupun persetujuan, sedangkan penguatan non verbal dapat dinyatakan melalui gesture, mimic muka (ekspresi), penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan sentuhan (contact) penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, dll. Dalam rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif dan penguatan negative. Penguatan positif bertujuan untuk mempertahankan dan memlihara perilaku positif, sedangkan penguatan negative merupakan penguatan perilaku dengan cara menghentikan atau menghapus rangsangan yang tidak menyenangkan. Manfaat penguatan bagi siswa adalah untuk meningkatkan perhatian (focus) siswa dalam belajar, membangkitkan dan memelihara perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri, dll.
3.      Keterampilan mengadakan variasi
Variasi dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai perubahan dalam proses interaksi belajar mengajar. Dalam konteks ini, variasi merujuk pada tindakan dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan untuk meningkatkan dan mengiikat perhatian siswa selama pembelajaran berlangsung. Tujuan utama dari variasi dalam kegiatan pembelajran ini adalah untuk mengurangi rasa boring yang membuat siswa tidak lagi focus pada proses KBM yang sedang berlangsung. Untuk itu guru perlu melakukan berbagai variasi sehingga perhatian siswa tatap terpusat pada pelajaran. Beberapa variasi yang dapat dilakukan guru selama proses KBM diantaranya adalah : penggunaan variasi suara (teacher voice), pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan/ kebisuan guru (teacher silence), kontak pandang dan gerak (eye contact and movement), gesture/ gerak tubuh, ekspresi wajah guru, pergantian posisi guru dalam kelas dan gerak guru (teachers movement), variasi penggunaan media dan alat pengajaran.
4.      Keterampilan menjelaskan
Menjelaskan adalah menyajikan informasi secara lisan, dengan sistematika yang runut untuk menunjukkan adanya korelasi atau hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Apabila seorang guru menguasai keterampilan menjelaskan maka guru akan lebih mudah mengelola waktu dalam menyajikan materi, sehingga menjadi lebih efektif memanage waktu. Selain itu penjelasan yang runut dan sistematis akan memudahkan siswa dalam memahami materi, yang pada gilirannya akan memperluas cakrawala pengetahuan siswa, bahkan mungkin penjelasan guru yang sistematis dan mendalam akan dapat membantu mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber belajar (mengingat guru adalah salah satu sumber belajar bagi siswa).
5.      Keterampilan membuka dan menutup pelajaran
a.       Membuka pelajaran
Yang dimaksud dengan membuka pelajaran adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam proses KBM untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian terpusat pada apa yang akan dipelajari, dan usaha tersebut diharapkan akan memberikan efek positif terhadap kegiatan belajar.
b.      Menutup pelajaran
Menutup pelajaran adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri proses KBM. Jangan akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan closing yang baik dan tidak tergesa-gesa.
6.      Keterampilan membimbing diskusi kelompok kecil
Diskusi kelompok merupakan salah satu variasi kegiatan pembelajaran yang dapat digunakan dalam proses KBM. Dalam diskusi kelompok, siswa dalam tiap kelompok kecil dapat bertukar informasi dan pengalaman, melakukan pengambilan keputusan bersama, serta belajar melakukan pemecahan masalah  (problem solving). Diskusi kelompok merupakan strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir, berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi kelompok dapat meningkatkan kreaivitas siswa, serta membina kemampuan berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
7.      Keterampilan mengelola kelas
Dalam melaksanakan keterampilan mengelola kelas, guru perlu memperhatikan komponen keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi belajar yang optimal (bersifat prefentip seperti: kemampuan guru dalam mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran) dan keterampilan yang  bersifat represif, yaitu keterampilan yang berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
8.      Keterampilan mengajar kelompok kecil dan perseorangan
Jumlah siswa dalam bentuk pengajaran seperti ini berkisar 3 sampai 8 orang untuk setiap kelompok kecil, dan 1 orang untuuk perseorangan. Terbatasnya jumlah siswa dalam pengajaran bentuk ini memungkinkan guru memberikan perhatian secara optimal terhadap setiap siswa. Hubungan antara guru dan siswa pun menjadi lebih akrab, demikian pula hubungan antar siswa. Dengan demikian dapat ditandai oleh adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat anatar guru dengan siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan, minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran. Setiap guru dapat menciptkan format pengorganisasian siswa untuk kegiatan pembelajaran kelompok kecil dan perorangan sesuai dengan tujuan, topic (materi), kebutuhan siswa, serta waktu dan fasilitas yang tersedia.
DAFTAR PUSTAKA

Manullang. 1985. Management Personalia. Ghalia Indonesia. Jakarta
Samana. 1994. Profesionalisme Keguruan. Kanisius. Yogyakarta
Usman, Uzer. 2002. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung

23 komentar:

  1. Bagaimana cara saudari sebagai calon guru dapat membangkitkan semangat dan minat belajar siswa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebagai calon guru, saya harus bisa menumbuhkan motivasi belajar dalam diri para siswa. bila saya terlihat lesu dan kurang bersemangat maka para siswa juga akan menunjukkan hal yang demikian. dan saya harus berupaya untuk selalu tampil ceria dan bersemangat serta antusias di depan kelas

      Hapus
  2. Wah... Mantap... Trimakasih ilmunya sangat bermanfaat bagi para pembaca

    BalasHapus
  3. Materinya sangat bermanfaat sekali..

    BalasHapus
  4. Trimaksih,artikel nya sangat bermanfaat bagi saya pribadi..

    BalasHapus
  5. Aku suka sekali sama isi materinya kak,bisa membantu saya dalam melakukan pkl besok

    BalasHapus
  6. Bagaimana tindakan guru saat anak mengalami kesulitan dalam belajar?

    BalasHapus
    Balasan
    1. tindakan guru saat mengalami kesulitan dalam belajar yaitu
      1. guru harus melakukan pendekatan terhadap siswa.
      2. pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas.
      3. melakukan konsultasi secara pribadi.

      Hapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  8. Terima kasih sudah mau berbagi, ini sngat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus
  9. Wah maksi ilmu nya sangat bermanfaat

    BalasHapus
  10. Terima kasih kak, ilmunya sgt bermanfaat.

    BalasHapus
  11. Bagaimana cara saudara sebagai seorang guru dalam menangani siswa yang sulit dalam menerima pembelajaran?

    BalasHapus
    Balasan
    1. cara saya untuk mengatasi siswa yang sulit untuk menerima pembelajaran dengan melakukan hal :
      1. memahami dulu karakteristik anak tersebut.
      2. menerapkan metode tertentu kepada anak yang lambat memahami pelajaran.
      3. memilikan tempat duduk yang tepat untuk anak yang lambat menerima pembelajaran.
      4. saya harus mencarikan teman sebangku yang cerdas dan penolong.
      5. memberikan tugas tambahan
      6. meminta bimbingan guru BK
      7. konsultasi dengan orang tua anak atau siswa.
      kunci dalam mengatasi anak yang sulit untuk menerima pembelajaran adalah sabar dan konsisten dan terus berupaya mendidik anak tersebut dengan sepenuh hati, dan pada akhirnya anak yang selama ini kita anggap lambat memahami pelajaran justru menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan sekolah

      Hapus
  12. Bagaimana caranya agar kita mampu mempraktekan 8 keterampilan mengajar dengan baik?

    BalasHapus
  13. Min mau nanya, gimana sih caranya seorang guru bisa meningkatkan keterampilan bertanya pada siswa?

    BalasHapus
  14. Trimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin sekolah

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH ...