TUGAS 1
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Belajar dan Mengajar
Oleh:
SINTA KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas: 7.5 PGSD
Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019
A.
Belajar
dan Mengajar
1. Pengertian
Belajar
Belajar
adalah suatu prose perubahan perilaku
individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap maupun pengalamannya,
belajar dapat diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku. Perubahan
tersebut disebabkan oleh seringnya interaksi antara stimulus dan respons.
Berikut ini definisi belajar menurut para ahli :
a. Slameto
(2010: 2) “belajar adalah suati proses usaha yang dilakukan seseorang untuk
memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai
hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya”.
b. Vigotsky
dalam thobroni (2015: 95) mengemukakan bahwa belajar bagi anak dilakukan dalam
interaksi dengan lingkungan maupun fisik.
c. John
Dewey dalam Asep Jihad dan Abdul Haris (2003: 2), belajar merupakan bagian
interaksi manusia dengan lingkungannya. Pelajar harus dibimbing kea rah
pemanfaatan kekuatan untuk melakukan berpikir reflektif”. Belajar adalah suatu
proses perubahan perilaku individu, baik dari sisi pengetahuan, keterampilan, sikap
maupun pengalamannya.
d. Tawil,
Muh dan Liliasari (2014: 3) mengemukakan bahwa belajar merupakan kebutuhan
pokok yang sangat mendasar bagi setiap individu, karena dengan belajar individu
mengalami suatu perubahan tingkah laku.
2. Pengertian
mengajar
Mengajar
adalah suatu aktivitas untuk mencoba menolong dan membimbing seseirang untuk
mendapatkan atau mengubah keterampilan, sikap dan pengetahuannya. Mengajar
bukan hanya proses penyampaian bahan ajar melainkan sebuah interaksi yang di
bangun antara guru dengan siswa sehingga terjadi stimulus dan respons. Mengajar
merupakan suatu aktivitas mengorganisasi atau mengatur lingkungan
sebaik-baiknya dan menghubungkannya dengan anak, sehingga terjadi belajar
mengajar. Berikut define mengajar menurut para ahli :
a. Alvin,
Howard dalam Slameto (2010: 32) mengajar adalah suatu aktivitas untuk mencoba
menolong, membimbing seseorang untuk mendapatkan, mengubah atau mengembangkan
skill, attitude, ideals (cita-cita), appreciations (penghargaan) dan
knowledge”.
b. John
Pancella dalam Slameto (2010: 33), mengajar dapat dilukiskan sebagai membuat
keputusan (decision making) dalam interaksi, dan hasil dari keputusan guru
adalah jawaban siswa atau sekelompok siswa, kepada siswa guru berinteraksi”.
c. Gagne
dan Brig dalam Aqib, Zainal (2013: 67) mengemukakan bahwa pengajaran bukanlah
sesuatu yang terrjadi secara kebetulan, melainkan adanya kemampuan guru yang
dimiliki tentang dasar-dasar mengajar yang baik.
B.
Prinsip
Belajar dan Mengajar
Menurut
Gulo (2008: 77) prinsip-prinsip belajar mengajar, antara lain:
1. Prinsip
motivasi, dimana guru berperan sebagai motivator yang merangsang dan
membangkitkan motif-motif yang positif dari siswa dalam proses belajar
mengajar.
2. Prinsip
latar atau konteks, yaitu prinsip keterhubungan bahan baru dengan apa yang telah
diperoleh siswa sebelumnya.
3. Prinsip
keterarahan, yaitu adanya pola pengajaran yang menghubung-hubungkan seluruh
aspek pengajaran.
4. Prinsip
belajar sambil bekerja, yaitu mengintegrasikan pengalaman dengan kegiatan fisik
dan pengalaman dengan kegiatan intelektual.
5. Prinsip
perbedaan perorangan, yang kenyataan bahwa ada perbedaan-perbedaan tertentu
diantara setiap siswa.
6. Prinsip
pemecahan masalah, yaitu mengarahkan siswa untuk peka terhadap masalah dan
mempunyai keterampilan untuk mampu menyelesaikannya.
7. Prinsip
menemukan, yaitu membiarkan sendiri siswa menemukan informasi yang dibutuhkan
dengan pengetahuan yang seperlunya dari guru.
C.
Keterampilan
mengajar
Jenis-jenis keterampilan mengajar terbatas,
mempunyai rentangan dari yang sederhana sampai yang kompleks, dari yang
mengimplementasikan guru sebagai pusat keaktifan sampai kepada penciptaan
situasi yang membri kesempatan kepada siswa untuk melakukan kegiatan secara
optimal. Jenis-jenis keterampilan mengajar tersebut meliputi :
1. Keterampilan
bertanya (dasar dan lanjutan)
2. Keterampilan
memberi penguatan
3. Keterampilan
mengadakan variasi
4. Keterampilan
menjelaskan
5. Keterampilan
membuka dan menutup pelajaran
6. Keterampilan
memimpin diskusi kelompok kecil dan perorangan.
7. Keterampilan
mengelola kelas, yang dimaksud dengan keterampilan mengelola kelas adalah
keterampilan guru untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang
optimal, dan keterampilan untuk mengembalikan kondisi belajar yang optimal.
D.
Tujuan
Keterampilan Mengajar
Dalam pembelajaran di sekolah dasar keterampilan
mengajar sangat penting. Karena dengan adanya keterampilan mengajar
seorang pendidik akan tahu ap-apa saja
kegiatan yang akan dilakukan selama prose pembelajaran berlangsung.
Tujuan
keterampilan mengajar, antara lain:
1. Untuk
menjadi pengajar yang professional.
2. Penunjang
untuk keberhasilan pendidik dalam proses pembelajaran
3. Keterampilan
dasar mengajar dapat di ambil dari berbafai sumber di mana bahan ini digunakan
untuk para peserta didik yang melakukan praktifk mengajar di sekolah sebelum
bekerja sepenuhnya sebagai seorang pengajar.
E.
Macam-macam
Keterampilan Mengajar
Turney
(1973) mengemukakan delapan (8) keterampilan dasar mengajar, yakni:
1. Keterampilan
bertanya
Bertanya
adalah bahasa verbal untuk meminta respon siswa baik berupa pengetahuan, pendapat,
atau pun sekedar mengembalikan konsentrasi siswa yang terdestruc oleh berbagai
kondisi selama KBM berlangsung. Dalam proses belajar mengajar, “Bertanya”
memainkan peranan penting sebab bertanya dapat menjadi stimulus yang efektif
untuk mendorong kemampuan berpikir siswa. Untuk meningkatkan partisipasi siswa
dalam proses belajar mengajar, guru perlu menunjukkan sikap yang baik ketika
mengajukan pertanyaan maupun menerima jawaban siswa. Tujuan guru mengajukan
pertanyaan yaitu :
a. Menimbulkan
rasa ingin tahu.
b. Merangsang
fungsi berpikir
c. Mengembangkan
keterampilan berpikir
d. Memfokuskan
perhatian siswa
e. Mendiagnosis
kesulitan belajar siswa
f. Menkomunikasikan
harapan yang diingkan oleh guru dari siswanya.
2. Keterampialn
memberikan penguatan
Penguatan
adalah segala bentuk respons, baik bersifat verbal maupun non verbal, yang
merupakan bagian dari modifikasi tingkah laku guru terhadap tingkah laku siswa,
bertujuan memberikan informasi atau umpan bali (feed back) bagi si penerima
(siswa), atas perbuatannya sebagai suatu dorongan atau koreksi. Penguatan juga
merupakan respon terhadap tingkah laku yang dapat menigkatkan kemungkinan
berulangnya kembali tingkah laku tersebut. Teknik pemberian penguatan dalam KBM
yang bersifat verbal dapat dinyatakan melalui pujian, penghargaan ataupun
persetujuan, sedangkan penguatan non verbal dapat dinyatakan melalui gesture,
mimic muka (ekspresi), penguatan dengan cara mendekati, penguatan dengan
sentuhan (contact) penguatan dengan kegiatan yang menyenangkan, dll. Dalam
rangka pengelolaan kelas, dikenal penguatan positif dan penguatan negative.
Penguatan positif bertujuan untuk mempertahankan dan memlihara perilaku
positif, sedangkan penguatan negative merupakan penguatan perilaku dengan cara
menghentikan atau menghapus rangsangan yang tidak menyenangkan. Manfaat
penguatan bagi siswa adalah untuk meningkatkan perhatian (focus) siswa dalam
belajar, membangkitkan dan memelihara perilaku, menumbuhkan rasa percaya diri,
dll.
3. Keterampilan
mengadakan variasi
Variasi
dalam kegiatan belajar mengajar dimaksudkan sebagai perubahan dalam proses
interaksi belajar mengajar. Dalam konteks ini, variasi merujuk pada tindakan
dan perbuatan guru, yang disengaja ataupun secara spontan, yang dimaksudkan
untuk meningkatkan dan mengiikat perhatian siswa selama pembelajaran
berlangsung. Tujuan utama dari variasi dalam kegiatan pembelajran ini adalah
untuk mengurangi rasa boring yang membuat siswa tidak lagi focus pada proses
KBM yang sedang berlangsung. Untuk itu guru perlu melakukan berbagai variasi
sehingga perhatian siswa tatap terpusat pada pelajaran. Beberapa variasi yang
dapat dilakukan guru selama proses KBM diantaranya adalah : penggunaan variasi
suara (teacher voice), pemusatan perhatian siswa (focusing), kesenyapan/ kebisuan
guru (teacher silence), kontak pandang dan gerak (eye contact and movement),
gesture/ gerak tubuh, ekspresi wajah guru, pergantian posisi guru dalam kelas
dan gerak guru (teachers movement), variasi penggunaan media dan alat
pengajaran.
4. Keterampilan
menjelaskan
Menjelaskan
adalah menyajikan informasi secara lisan, dengan sistematika yang runut untuk
menunjukkan adanya korelasi atau hubungan antara yang satu dengan yang lainnya.
Apabila seorang guru menguasai keterampilan menjelaskan maka guru akan lebih
mudah mengelola waktu dalam menyajikan materi, sehingga menjadi lebih efektif
memanage waktu. Selain itu penjelasan yang runut dan sistematis akan memudahkan
siswa dalam memahami materi, yang pada gilirannya akan memperluas cakrawala
pengetahuan siswa, bahkan mungkin penjelasan guru yang sistematis dan mendalam
akan dapat membantu mengatasi kelangkaan buku sebagai sarana dan sumber belajar
(mengingat guru adalah salah satu sumber belajar bagi siswa).
5. Keterampilan
membuka dan menutup pelajaran
a. Membuka
pelajaran
Yang dimaksud dengan
membuka pelajaran adalah usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh guru dalam
proses KBM untuk menciptakan prokondusi bagi siswa agar mental maupun perhatian
terpusat pada apa yang akan dipelajari, dan usaha tersebut diharapkan akan
memberikan efek positif terhadap kegiatan belajar.
b. Menutup
pelajaran
Menutup pelajaran
adalah kegiatan yang dilakukan oleh guru untuk mengakhiri proses KBM. Jangan
akhiri pelajaran dengan tiba-tiba. Penutup harus dipertimbangkan dengan sebaik
mungkin agar sesuai. Guru perlu merencanakan closing yang baik dan tidak
tergesa-gesa.
6. Keterampilan
membimbing diskusi kelompok kecil
Diskusi
kelompok merupakan salah satu variasi kegiatan pembelajaran yang dapat
digunakan dalam proses KBM. Dalam diskusi kelompok, siswa dalam tiap kelompok
kecil dapat bertukar informasi dan pengalaman, melakukan pengambilan keputusan
bersama, serta belajar melakukan pemecahan masalah (problem solving). Diskusi kelompok merupakan
strategi yang memungkinkan siswa menguasai suatu konsep atau memecahkan suatu
masalah melalui satu proses yang memberi kesempatan untuk berpikir,
berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan demikian diskusi
kelompok dapat meningkatkan kreaivitas siswa, serta membina kemampuan
berkomunikasi termasuk di dalamnya keterampilan berbahasa.
7. Keterampilan
mengelola kelas
Dalam
melaksanakan keterampilan mengelola kelas, guru perlu memperhatikan komponen
keterampilan yang berhubungan dengan penciptaan dan pemeliharaan kondisi
belajar yang optimal (bersifat prefentip seperti: kemampuan guru dalam
mengambil inisiatif dan mengendalikan pelajaran) dan keterampilan yang bersifat represif, yaitu keterampilan yang
berkaitan dengan respons guru terhadap gangguan siswa yang berkelanjutan dengan
maksud agar guru dapat mengadakan tindakan remedial untuk mengembalikan kondisi
belajar yang optimal.
8. Keterampilan
mengajar kelompok kecil dan perseorangan
Jumlah
siswa dalam bentuk pengajaran seperti ini berkisar 3 sampai 8 orang untuk
setiap kelompok kecil, dan 1 orang untuuk perseorangan. Terbatasnya jumlah
siswa dalam pengajaran bentuk ini memungkinkan guru memberikan perhatian secara
optimal terhadap setiap siswa. Hubungan antara guru dan siswa pun menjadi lebih
akrab, demikian pula hubungan antar siswa. Dengan demikian dapat ditandai oleh
adanya hubungan interpersonal yang lebih akrab dan sehat anatar guru dengan
siswa, adanya kesempatan bagi siswa untuk belajar sesuai dengan kemampuan,
minat, cara, dan kecepatannya, adanya bantuan dari guru, adanya keterlibatan
siswa dalam merancang kegiatan belajarnya, serta adanya kesempatan bagi guru
untuk memainkan berbagai peran dalam kegiatan pembelajaran. Setiap guru dapat
menciptkan format pengorganisasian siswa untuk kegiatan pembelajaran kelompok
kecil dan perorangan sesuai dengan tujuan, topic (materi), kebutuhan siswa,
serta waktu dan fasilitas yang tersedia.
DAFTAR
PUSTAKA
Manullang.
1985. Management Personalia. Ghalia Indonesia. Jakarta
Samana.
1994. Profesionalisme Keguruan. Kanisius. Yogyakarta
Usman,
Uzer. 2002. Menjadi Guru Profesional. PT. Remaja Rosda Karya. Bandung
Bagaimana cara saudari sebagai calon guru dapat membangkitkan semangat dan minat belajar siswa?
BalasHapussebagai calon guru, saya harus bisa menumbuhkan motivasi belajar dalam diri para siswa. bila saya terlihat lesu dan kurang bersemangat maka para siswa juga akan menunjukkan hal yang demikian. dan saya harus berupaya untuk selalu tampil ceria dan bersemangat serta antusias di depan kelas
HapusWah... Mantap... Trimakasih ilmunya sangat bermanfaat bagi para pembaca
BalasHapusterima kasih
HapusMaterinya sangat bermanfaat sekali..
BalasHapusterima kasih
HapusTrimaksih,artikel nya sangat bermanfaat bagi saya pribadi..
BalasHapusterimakasih atas masukannya
HapusAku suka sekali sama isi materinya kak,bisa membantu saya dalam melakukan pkl besok
BalasHapusBagaimana tindakan guru saat anak mengalami kesulitan dalam belajar?
BalasHapustindakan guru saat mengalami kesulitan dalam belajar yaitu
Hapus1. guru harus melakukan pendekatan terhadap siswa.
2. pencarian data tentang masalah yaitu dengan berkomunikasi dengan orang tua siswa dan wali kelas.
3. melakukan konsultasi secara pribadi.
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusTerima kasih sudah mau berbagi, ini sngat bermanfaat bagi saya
BalasHapusWah maksi ilmu nya sangat bermanfaat
BalasHapusTerima kasih kak, ilmunya sgt bermanfaat.
BalasHapusBagaimana cara saudara sebagai seorang guru dalam menangani siswa yang sulit dalam menerima pembelajaran?
BalasHapuscara saya untuk mengatasi siswa yang sulit untuk menerima pembelajaran dengan melakukan hal :
Hapus1. memahami dulu karakteristik anak tersebut.
2. menerapkan metode tertentu kepada anak yang lambat memahami pelajaran.
3. memilikan tempat duduk yang tepat untuk anak yang lambat menerima pembelajaran.
4. saya harus mencarikan teman sebangku yang cerdas dan penolong.
5. memberikan tugas tambahan
6. meminta bimbingan guru BK
7. konsultasi dengan orang tua anak atau siswa.
kunci dalam mengatasi anak yang sulit untuk menerima pembelajaran adalah sabar dan konsisten dan terus berupaya mendidik anak tersebut dengan sepenuh hati, dan pada akhirnya anak yang selama ini kita anggap lambat memahami pelajaran justru menjadi anak yang berprestasi dan membanggakan sekolah
Bagaimana caranya agar kita mampu mempraktekan 8 keterampilan mengajar dengan baik?
BalasHapusMin mau nanya, gimana sih caranya seorang guru bisa meningkatkan keterampilan bertanya pada siswa?
BalasHapusterimakasih materinya kak
BalasHapusSangat bermanfaat kakš
BalasHapusMaterinya sangat membantu sinta
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus