TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
Tentang
MENCIPTAKAN SUASANA KELAS YANG EFEKTIF
Oleh:
SINTA
KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas:
7.5 PGSD
Dosen
Pengampu:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A.
PENGERTIAN
PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN
Dryden
dan Voss (1999) mengatakan bahwa belajar akan efektif jika suasana
pembelajarannya menyenangkan. Seseorang yang secara aktif mengkonstruksi
pengetahuannya dan memerlukan dukungan suasana dan fasilitas belajar yang
maksimal. Suasana yang menyenangkan dan tidak disertai suasana tegang sangat
baik dan mendukung untuk membangkitkan motivasi belajar. Anak-anak pada
dasarnya belajar paling efektif pada saat mereka sedang bermain atau melakukan sesuatu
yang mengasyikkan. Artinya belajar paling efektif jika dilakukan secara aktif
oleh individu tersebut.
Hakikat
pembelajaran yang efektif adalah proses belajar mengajar yang bukan saja
terfokus kepada hasil yang dicapai peserta didik, namun bagaimana proses
pembelajaran yang efektif mampu memberikan pemahaman yang baik, kecerdasan,
ketekunan, kesempatan dan mutu serta dapat memberikan perubahan prilaku dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan mereka.
Pembelajaran
efektif juga akan melatih dan menanamkan sikap demokratis bagi siswa dan juga
dapat menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan sehingga memberikan
kreatifitas siswa untuk mampu belajar dengan potensi yang sudah mereka miliki
yaitu dengan memberikan kebebasan dalam melaksanakan pembelajaran dengan cara
belajarnya sendiri.
Salah
satu hal yang harus dikedepankan dalam menciptakan suasana belajar yang
menyenangkan adalah menyertakan partisipasi siswa di dalam kelaS.Selain untuk
membangun komunikasi dengan siswa, pengajar juga dapat mengetahui apa yang
menjadi kebutuhan bagi para siswa. Jika situasi ini tak terbangun, bisa jadi
siswa akan merasa canggung berbicara dengan guru dan komunikasi tidak akan
berjalan baik. Akibatnya, pengajar juga akan mengalami kesulitan untuk
mengetahui apa yang menjadi keinginan siswa.
B.
MENCIPTAKAN
SUASANA PEMBELAJARAN YANG EFEKTIF DAN MENYENANGKAN BAGI SISWA
Untuk
dapat belajar yang efektif diperlukan lingkungan fisik yang baik dan teratur,
misalnya ruang belajar harus bersih, tidak ada bau-bauan yang dapat mengganggu
konsentrasi belajar, ruangan cukup terang, tidak gelap dan tidak mengganggu
mata, sarana yang diperlukan dalam belajar yang cukup atau lengkap. Dalam
mewujudkan kondisi pembelajaran yang efektif, maka perlu dilakukan
langkah-langkah berikut ini:
1. Melibatkan
Siswa secara Aktif
Aktivitas belajar siswa
dapat digolongkan ke dalam beberapa hal, antara lain:
a. Aktivitas
visual, seperti membaca, menulis, melakukan eksprimen.
b. Aktivitas
lisan, seperti bercerita, tanya jawab.
c. Aktivitas
mendengarkan, seperti mendengarkan penjelasan guru, mendengarkan pengarahan
guru.
d. Aktivitas
gerak, seperti melakukan praktek di tempat praktek.
e. Aktivitas
menulis, seperti mengarang, membuat surat, membuat karya tulis.
Aktivitas
kegiatan pembelajaran siswa di kelas hendaknya lebih banyak melibatkan siswa,
atau lebih memperhatikan aktivitas siswa. Berikut ini cara meningkatkan
keterlibatan siswa :
a. Tingkatkan
partisifasi siswa dalam kegiatan pembelajaran dengan cara menggunakan berbagai
teknik mengajar.
b. Berikanlah
materi pelajaran yang jelas dan tepat sesuai dengan tujuan pembelajaran.
c. Usahakan
agar pembelajaran lebih menarik minat siswa. Untuk itu guru harus mengetahui
minat siswa dan mengaitkannya dengan bahan pembelajaran.
2. Menarik
Minat dan Perhatian Siswa
Kondisi pembelajaran
yang efektif adalah adanya minat dan perhatian siswa dalam belajar.
Minat merupakan suatu
sifat yang relatif menetap pada diri seseorang. Minat ini besar sekali
pengaruhnya terhadap belajar, sebab dengan minat seseorang akan melakukan
sesuatu yang diminatinya. Sebaliknya tanpa minat seseorang tidak mungkin
melakukan sesuatu. Keterlibatan siswa dalam pembelajaran erat kaitannya dengan
sifat, bakat dan kecerdasan siswa. Pembelajaran yang dapat menyesuaikan sifat,
bakat dan kecerdasan siswa merupakan pembelajaran yang diminati.
3. Membangkitkan
Motivasi Siswa
Motif adalah semacam
daya yang terdapat dalam diri seseorang yang dapat mendorongnya untuk melakukan
sesuatu. Sedang motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif
menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan.
Tugas guru adalah bagaimana membangkitkan motivasi siswa sehingga ia mau
belajar. Berikut ini beberapa cara bagaimana membangkitkan motivasi siswa :
a. Guru
berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi
belajarnya
b. Pada
awal kegiatan pembelajaran, guru hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada
siswa tentang tujuan yang akan dicapai dalam pembelajaran tersebut, sehingga
siswa terpancing untuk ikut serta didalam mencapai tujuan tersebut.
c. Guru
berusaha mendorong siswa dalam belajar untuk mencapai tujuan pembelajaran.
d. Guru
hendaknya banyak memberikan kesempatan kepada siswa untuk meraih sukses dengan
usahanya sendiri;
e. Guru
selalu berusaha menarik minat belajar siswa.
f.
Sering-seringlah memberikan tugas dan
memberikan nilai seobyektif mungkin.
4. Memberikan
pelayanan individu Siswa
Perlunya keterampilan
guru di dalam memberikan variasi pembelajaran agar dapat diserap oleh semua
siswa dalam berbagai tingkatan kemampuan, dan disini pulalah perlu adanya
pelayanan individu siswa.
Memberikan pelayanan
individual siswa bukanlah semata-mata ditujuan kepada siswa secara perorangan
saja, melainkan dapat juga ditujukan kepada sekelompok siswa dalam satu kelas
tertentu. Sistem pembelajaran individual atau privat, belakangan ini memang
cukup marak dilakukan melalui les-les privat atau melalui lembaga-lembaga
pendidikan yang memang khusus memberikan pelayanan yang bersifat individual.
5. Menyiapkan
dan Menggunakan berbagai Media dalam Pembelejaran
Alat peraga/media
pembelajaran adalah alat-alat yang digunakan guru ketika mengajar untuk
membantu memperjelas materi pelajaran yang disampaikan kepada siswa dan
mencegah terjadinya verbalisme pada diri siswa. Pembelajaran yang efektif harus
mulai dengan pengalaman langsung yang yang dibantu dengan sejumlah alat peraga
dengan memperhatikan dari segi nilai dan manfaat alat peraga tersebut dalam
membantu menyukseskan proses pembelajaran di kelas.
Di dalam menyiapkan dan
menggunakan media atau alat peraga, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan,
sebagai berikut :
a. Alat
peraga yang digunakan hendaknya dapat memperbesar perhatian siswa terhadap
materi pelajaran yang diasjikan.
b. Alat
peraga yang dipilih hendaknya sesuai dengan kematangan dan pengalaman siswa
serta perbedaan individual dalam kelompok.
c.
Alat yang dipilih hendaknya tepat,
memadai dan mudah digunakan
C.
Tujuan
pengelolaan kelas yang efektif
Secara
umum tujuan pengelolaan kelas adalah untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Mutu
pembelajaran aka tercapai, jika tercapainya tujauan pembelajaran.Karakter kelas
yang dihasilkan karena adanya proses pengelolaa kelas yang baik akan memiliki
sekurang-urangnya tiga ciri, yakni:
1. Speed,
artinya anak dapat belajar dalam percepatan proses dan progres, sehingga
membutuhkan waktu yang relatif singkat.
2. Simple,
artinya organisasi kelas dan materi menjadi sederhana, mudah dicerna dan
situasi kelas menjadi kondusif.
3. Self-confidence,
artinya anak dapat belajar dengan kondisi yang penuh rasa percaya diri atau
menganggap dirinya mampu mengikuti pelajaran dan belajar berprestasi.
4. Tujuan
manajemen Kelas pada hakekatnya sudah terkandung pada tujuan pendidikan
secara umum. Menurut Sudirman (2000), tujuan pengelolaan kelas adalah
penyediaan pasilitas bagi macam-macam kegiatan belajar siswa dalam lingkungan
sosial, emosional, dan intelektual dalam kelas. Fasilitas yang disediakan itu
memungkinkan siswa belajar dan bekerja, terciptanya suasana sosial yang
memberikan kepuasan, suasana disiplin, perkembangan intelektual, emosional, dan
sikap serta apresiasi pada siswa.
5. Suharsimi
Arikunto,(2004), berpendapat bahwa tujuan penegelolaan kelas adalah agar setiap
anak di kelas dapat bekerja dengan tertib sehingga segera tercapai tujuan
pengajaran secara efektif dan efisien. Untuk lebih jelasnya Arikuno
menguraikan rincian tujuan pengelolaan Kelas, sebagaimana
berikut ini :
a. Mewujudkan
situasi dan kondisi kelas, baik sebagai lingkungan belajar maupun sebagai
kelompok belajar, yang memungkinkan peserta didik untuk mengembangkan kemampuan
semaksimal mungkin.
b. Menghilangkan
berbagai hambatan yang dapat menghalangi terwujudnya interaksi pembelajaran.
c. Menyediakan
dan mengatur fasilitas serta perabot belajar yang mendukung dan memungkinkan
siswa belajar sesuai dengan lingkungan siaoal, emosional dan intelek
siswa dalam belajar
d. Membina
dan membimbing siswa sesuai dengan latar belakang sosial, ekonomi,budaya, serta
sifat-sifat individunya.
D. Usaha-usaha
yang di Tempuh dalam Manajemen Kelas Sehingga Dapat Meningkatkan Efektifitas
Proses Belajar Mengajar
Untuk
meningkatkan efektifitas proses belajar mengajar ada 5 langkah yang ditempuh
dalam proses manajemen kelas yang efektif
1. Menentukan
Kondisi Kelas Yang Diinginkan
Langkah pertama dalam
proses manajemen kelas yang efektif adalah menentukan kondisi kelas yang ideal.
Guru perlu mengetahui dengan jelas dan mendalam tentang kondisi-kondisi yang
menurut penelitiannya akan memungkinkan mengajar secara efektif.
Di samping itu guru
hendaknya menyadari perlunya terus menerus menilai manfaat pemahamannya dan
mengubahnya apabila keadaan sesuai adalah:
a. Guru
tidak memandang kelas semata-mata hanya sebagai reaksi atas masalah yang
timbul.
b. Guru
akan memilih seperangkat tujuan yang mengarahkan upayanya dan menjadi tolak
ukur penilaian atas hasil upayanya.
2. Menganalisis
kondisi kelas yang nyata.
Setelah menentukan
kondisi kelas yang diinginkan, guru selanjutnya menganalisis keadaan yang ada
yakni membandingkan keadaan yang nyata dengan keadaan yang diharapkan kemudian
menentukan kondisi dengan keadaan yang diharapkan, dengan demikian kondisi ini
memungkinkan guru mengetahui :
a. Kesenjangan
antara kondisi sekarang dengan yang diharapkan kemudian menantikan kondisi yang
perlu di perhatikan segera dan mana yang dapat diselesaikan kemudian, dan mana
yang memerlukan pemantauan.
b. Masalah
yang mungkin terjadi yakni kesenjangan yang mungkin timbul jika guru gagal
mengambil tindakan pemecahan. Kondisi sekarang yang perlu dipelihara dan
dipertahankan karena dianggap sudah baik.
3. Memilih
dan menggunakan strategi pengelolaan.
Guru yang efektif
adalah guru yang menguasai berbagai strategi manajerial yang terkandung dalam
berbagai pendekatan manajemen kelas dan mampu memilih serta menggunakan
strategi yang paling sesuai dalam situasi tertentu yang telah dianalisis
sebelumnya, proses pemilihan ini dapat dianggap suatu kerja komputer, guru
memeriksa strategi-strategi yang tersimpan dalam sel-sel komputer dan memilih
strategi yang memberikan harapan untuk meningkatkan kondisi yang dianggap
sesuai.
4. Menilai
efektifitas pengelolaan Dalam tahap ini guru menilai efektifitas pengelolaannya
artinya dari waktu ke waktu guru harus menilai sejauh mana keberhasilan
memelihara dan menciptakan kondisi yang sesuai. Proses penilaian ini memusatkan
perhatian kepada dua perangkat perilaku. Perilaku pertama adalah perilaku guru
dalam arti sejauh mana guru telah menggunakan perilaku manajemen yang
direncanakan akan dilakukan. Perilaku kedua adalah perilaku peserta didik,
yaitu sejauh mana peserta didik berperilaku yang sesuai. Yakni apakah mereka
telah melakukan apa-apa yang diharapkan untuk dilakukan.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul, Majid. 2013. Perencanaan Pembelajaran Mengembangkan Standar Kompetensi
Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Ahmad, Rohani. 2010. Pengelolaan Pembelajaran. Jakarta: PT
Rineka Cipta.
Rachman, Maman. 1997. Manajemen Kelas. Semarang:
Depdikbud Ditjen Dikti.
Bagus sekali materinya kakak
BalasHapusBagus, materinya sangat membantu 👍
BalasHapusTrimakasih yaa
BalasHapusMaterinya sangat bermanfaat sekali
BalasHapusMaterinya bagus, terimakasih
BalasHapusMaterinya sangat membantu sinta
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus