TUGAS
6
MANAJEMEN
KELAS di SD
Tentang
Pendekatan
Dalam Manajemen Kelas
Oleh:
SINTA
KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas:
7.5 PGSD
Dosen
Pengampu:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
A.
Pengertian
Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Pendekatan
: adalah usaha / upaya dalam rangka aktivitas yang dilakukan untuk mengadakan
hubungan dengan sesuatu yang menjadi objeknya (siswa) melalui interaksi timbal
balik.
Managemen
kelas : pengelolaan, penyelenggaraan, keterlaksanaan penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.
Pendekatan
yang dilakukan oleh seorang guru dalam managemen kelas akan sangat dipengaruhi
oleh pandangan guru tersebut terhadap tingkah laku siswa, dan situasi kelas
pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. Keharmonisan hubungan guru dan
siswa, tingginya kerjasama di antara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi.
Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan
dalam rangka pengelolaan kelas.
Pendekatan
yang dipilih guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhan dan karakteristik
siswa. pendekatan pada dasarnya dielompokkan menjadi dua yaitu pendekatan
managerial dan pendekatan psikologikal. Tetapi dalam makalah ini yang dibahas
hanya pendekatan dalam kelompok managerial.
Keharmonisan
hubungan guru dan siswa, tingginya kerjasama di antara siswa tersimpul dalam
bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan
yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. (Djamarah 2006:179)
Pendekatan yang dipilih guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhandan
karakteristik siswa. Pendekatan pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu
pendekatan manajerial dan pendekatan psikologikal. Manajemen dari kata “
Management “. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan
sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah
proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam
pelaksanaan dan pencapaian tujuan.
Maksud
manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas
yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif.
Suharsimi Arikunto (1988) suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu
menciptkan kondisi belajar yang optimal. Pengertian lain dikemukaan sebagai
proses seleksi tindakan yang dilaljukan guru dalam funsinya sebagai penanggung
jawab kelas dan seleksi penggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai masalah
yang ada dan karakteristik kelas yang dihadapi.
B.
Sikap
Guru Dalam Manajemen kelas
Untuk memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas
hendaknya guru bersikap seperti yang dikemukakan oleh Djamarah (2006 : 185)
yaitu:
1. Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa
akan menunjukkan antusias pada tugasnya.
2. Menggunakan kata – kata, tindakan, cara kerja dan bahan –
bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar
3. Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi
antara guru dan siswa.
4. Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya
5. Guru harus menekankan pada hal – hal yang positif dan
menghindari pemusatan perhatian pada hal – hal yang negatif
6. Guru harus disiplin dalam segala hal. Tipe kepemimpinan yang
otoriter harus diubah menjadi lebih demokratis karena tipe kepemimpinan
otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi siswa hanya aktif kalau ada guru dan
kalau guru yang demokratis maka semua aktivitasnya akan menurun. Tipe
kepemimpinan guru yang demokratis lebih mungkin terbinanya sikap persahabatan
guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai. Untuk menciptakan dan
memelihara kondisi belajar yang optimal guru harus menempatkan diri sebagai
model, pengembang, perencana, pembimbing dan fasilitator.
Guru sebagai pengelola kelas sudah menerapkan tiga pendekatan
dalam pengelolaan kelas yaitu pendekatan kekuasaan, pendekatan pengajaran dan
pendekatan kerja kelompok. Pendekatan kekuasaan seperti yang diuraikan oleh
Djamarah ( 2006 : 179 ) guru menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin
dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut siswa untuk
mentaatinya. Di dalam kelas ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati
anggota kelas. Pendekatan pengajaran, pendekatan ini didasarkan atas suatu
anggapan bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaannya akan mencegah munculnya
masalah tingkah laku siswa dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah.
Pendekatan kerja kelompok, dalam pendekatan ini guru menciptakan kondisi –
kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus
dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Ketiga pendekatan tersebut oleh guru
digabungkan digunakan untuk mengelola kelas. Sehingga tercipta pendekatan elektis
atau pluralistic.
Menurut Djamarah ( 2006 : 18 ) Pendekatan elektis yaitu guru
kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi
dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain
mungkin mengkombinasikan ketiga pendekatan tersebut. Penggabungan ketiga
pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi
proses belajar mengajar bejalan efektif dan efisien.
C.
Peran
Guru Dalam Manajemen Kelas
Peran
guru adalah mengarahkan perubahan dan perkembanagn peserta didik dengan potensi
yang dianugerahkan allah swt berupa akal yang kemudian dengan akal itu anak
didik memperoleh ilmu pengetahuan yang bermanfaat bukan hanya untuk dirinya
melainkan untuk masyarakat sekitar serta dengan ilmu itu anak didik dapat
menjalankan perintah sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Belajar
merupakan aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu, baik yang
actual maupun potensial, perubahan itu pada dasarnya berupa apa yang di
dapatkan lewat kemampuan baru, yang berlaku dalam waktu yang relative lama.
Perubahan terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru
untuk meningkatkan peran dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan
hasil belajar anak didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi
guru. Guru yang kompeten akan mampu menciptakan lingkungan belajr yang efektif
dan akan lebih mampu mengelola kelasnya menciptkan lingkungan belajar yang
efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya dengan baik sehingga hasil
belajar anak didik akan berhasil.
Guru
hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan
aspek yang perlu diorganisasikan. Khusunya pada sekolah tingkat pemula atau
yang dikenal dengan taman kanak-kanak yang mana anak didiknya masih sangat
memerlukan perhatian guru khususnya dalam perspektif pengelolaan kelas.
Dunia
pendidikan tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan dengan keprofesionalan guru
agar tuujuan pendidikan dapat diraih sebagaimana yang diharapkan baik dalam hal
psikologis anak, dilihat dari sudut pandang yang spesifik pengelolaan kelas
yang baik merupakan tuntutan yang mampu harus dipenuhi oleh seorang guru.
Peran
guru dalam mengelola kelas dirumuskan dalam empat bagian yang merupakan
kemampuan dasar bagi seorang guru yang meliputi bahan pelajaran, mengelola
program pembelajaran, menggunakan media serta menilai prestasi anak. Berikut
akan diuraikan tentang peran guru dalam mengelola kelas diantaranya :
1. Bahan
pelajaran
Sebelum guru tampil di
depan kelas, terlebih dahulu harus menguasai bahan yang dikontrakan sekaligus
bahan yang dapat mendukung jalannya proses pembelajaran. Dalam hal ini yang
dimaksud meenguasai bahan bagi guru mengandung du lingkup penguasaan materi yaitu
menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah dan menguasai bahan yang
akan disajikan.
2. Mengelola program
Guru yang kompeten mampu mengelola program pembelajaran
dengan baik, dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh antara
lain:
a. Merumuskan tujuan intruksional
pembelajaran
b. Mengenal dan dapat merumuskan proses
instruksional yang tepat.
c. Melaksanakan proses pembelajaran
d. Mengenal kemampuan anak didik
e. Merencanakan dalam melaksanakan
remedial
Program pembelajaran merupakan dasar
dan sarana pendukung bagi guru dalam melakukan kegiatan interaksi pembelajaran
disekolah, dimana seorang guru dituntut untuk bisa menguasai keadaan anak
didik. Karena tidak semua anak didik bisa diam dikala seorang guru sedang
menyampaikan materri pembelajaran, sehingga guru harus betul-betul dapat
menguasai keadaan anak.
3. Menggunakan media/ sumber belajar.
Menggunakan media atau sumber belajar, ada beberapa langkah
yang perlu diperhatikan oleh guru antara lain:
a. Mengenal, memilih dan menggunakan
suatu media.
b. Alat bantu dalam pelajaran yang
sederhana agar mudah didapat dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
c. Menggunakan buku sumber yang
diperlukan lebih dari satu serta ditambah buku lain yang dapat menunjang
d. Menggunakan fasilitas perpustakaan
dalam proses pembelajaran baik yang berhubungan langsung seprti buku panduan
atau tidak langsung seprti gambar-gambar yang dibutuhkan dalam praktek belajar.
4. Menilai prestasi anak.
Setiap anak pada dasarnya memiliki perbedaan antara satu
dengan yang lain, perbedaan semacam ini dapat membawa akibat
perbedaan-perbedaan pada kegiatan yang lain, seprti perbedaan dalam hal
belajar. Persoalan ini perlu diperhatikan oleh seorang guru, karena dengan itu berarti guru dapat
mengambil tindakan-tindakan instruktusional yang lebih tepat dan memadai.
D.
Macam-macam Pendekatan Dalam
Manajemen Kelas
Pengelolaan
kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai
faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak
lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun
secara individu. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan
yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Syaiful Bahri Djamarah
menyebutkan ada berbagai pendekatan sebagai berikut:
1.
Pendekatan kekuasaan
Pengelolan kelas diartikan sebgai suatu proses
untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disisni adalah
menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalm kelas. Kedisiplina adalah
kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Di dalamnya ada
kekuasaan dan norma yng mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan
dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
2.
Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini,
pengelolaan adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak
didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilkukan dengan cara
memberi ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
3.
Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan dirtikn secara suatu proses untuk
membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan suatu kapan aja dan
dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak
didik.
4.
Pendekatan Resep
Pendekatan resep ini dilakukan dengan memberi
satu daftar yang dapatt menggambarkan apa yang harus dan apa yang harus tidak
boleh dikrjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang
terjadi dikelas.
5.
Pendekatan pengajaran
Pendekatan ini didasarkan suatu anggapan bahwa
dalam suatu perencanaan dan pelaksaan akan mencegah munculnya masalah tingkah
laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan
ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan
menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah
merencanakan an mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6.
Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan terapai secara
mksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembabng di dalam kelas.
Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar
siswa. Di dalam ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut.
7.
Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan ini peran guru adalah
mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolan kelas dengan proses
kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang
memungkinkan kelompok menjadi kelompok produktif, dan selain itu guru harus
pula dapat menjaga kondisi kelas agar tetap baik.
8.
Pendekatan iklim sosio-emosional
Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa
pengelolaan kelas yang efektif memerlukan hubungan positif dengan antara guru
dan siswa serta siswa dengan siswa. Pendekatan iklim sosio-emosional akan
tercapai secr maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di
dalam kelas.
9.
Pendekatan Proses Kelompok
Dalam pendekatan ini, peran guru adalah
mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses
kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok
menjadi kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga
kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus
dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi
masalah-masalah pengelolaan.
Menurut Richard A. Schmuk & Patricia A.
Schmuck (dalam Y. Padmono, 2011) untuk
mengelola kelas diperlukan adanya:
a.
Pengharapan
Jika siswa merasa guru mengharapkan mereka
berkelakuan buruk, sangat mungkin mereka akan berkelakuan buruk, sebaliknya
jika siswa merasa guru mengharapkan mereka berkelakuan baik, memungkinkan pula
siswa akan berkelakuan baik.
b.
Kepemimpinan
guru memiliki kesempatan yang besar untuk
menjadi pemimpin di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi kelas
lebih efektif jika kepemimpinan dapat dijalankan oleh guru dan siswa. Guru
meningkatkan mutu interaksi dan produktifitas kelompok dengan melatih siswa
mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
c.
Daya tarik
mengacu pada persahabatan dalam kelompok
kelas. Pengelolaan kelas efektif adalah pengelolaan yang membantu mengembangkan
hubungan baik antara perorangan di antara anggota kelompok.
d.
Norma-norma
norma sangat memengaruhi perseorangan karena
memberikan petunjuk yang membantu anggota kelompok untuk memahami apa yang
diharapkan orang lain. Guru hendaknya tidak mendominasi pembentukan norma
kelompok, sebab norma bentukan guru cenderung memaksa siswa untuk menaatinya,
sehingga ketaatan pada norma tersebut hanya bersifat untuk memenuhi tuntutan
pihak lain.
e.
Komunikasi
guru perlu mengembangkan kecakapan murid dalam
berkomunikasi tertentu, mengoreksi kata-kata,
dan memberi umpan balik.
f.
Kesatuan
kelompok kelas akan efektif jika sebagian
besar anggotanya termasuk guru sangat tertarik pada kelompok sebagai satu
kesatuan. Guru dapat menciptakan kelompok kelas yang bersatu dengan membuat
diskusi tentang penghargaan, dengan penyebaran kepemimpinan, mengembangkan
persahabatan kelompok, dan sering menggunakan arus komunikasi dua arah.
10. Pendekatan Elektris atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach)
ini menekankan pada potensialitas, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru
kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang
dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan
salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dua atau
ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan
pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam
pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan
suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan
efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai
dengan kemampuan, selama maksud dan penggunaannya untuk menciptakan dan
mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar
berjalan secara efektif dan efisien.
DAFTAR PUSTAKA
Ekosiswoyo,
Rasdi dan Maman Rachman. 2002. Manajemen
Kelas. Semarang : IKIP Semarang
Press
Racman,
Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta
: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi
Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik.
BalasHapusMaterinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik dan jugaaa peserta didiknya
BalasHapusSangat membantu saya dalam mengerjakan tugas2 kuliah👍terimakasih kak
BalasHapussangat menarik dan bermanfaat kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusMaterinya bagus, dan bermanfaat dalam mengerjai tugas
BalasHapusMaterinya sangat membantu sinta
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus