Rabu, 21 Agustus 2019

Pendekatan Dalam Manajemen Kelas


TUGAS 6
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Oleh:
SINTA KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas: 7.5 PGSD
Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

PENDEKATAN DALAM MANAJEMEN KELAS
A.    Pengertian Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Pendekatan : adalah usaha / upaya dalam rangka aktivitas yang dilakukan untuk mengadakan hubungan dengan sesuatu yang menjadi objeknya (siswa) melalui interaksi timbal balik.
Managemen kelas :  pengelolaan, penyelenggaraan, keterlaksanaan penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai tujuan atau sasaran yang diinginkan.
Pendekatan yang dilakukan oleh seorang guru dalam managemen kelas akan sangat dipengaruhi oleh pandangan guru tersebut terhadap tingkah laku siswa, dan situasi kelas pada waktu seorang siswa melakukan penyimpangan. Keharmonisan hubungan guru dan siswa, tingginya kerjasama di antara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas.
Pendekatan yang dipilih guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhan dan karakteristik siswa. pendekatan pada dasarnya dielompokkan menjadi dua yaitu pendekatan managerial dan pendekatan psikologikal. Tetapi dalam makalah ini yang dibahas hanya pendekatan dalam kelompok managerial.
Keharmonisan hubungan guru dan siswa, tingginya kerjasama di antara siswa tersimpul dalam bentuk interaksi. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. (Djamarah 2006:179) Pendekatan yang dipilih guru senantiasa diselaraskan dengan kebutuhandan karakteristik siswa. Pendekatan pada dasarnya dikelompokkan menjadi dua, yaitu pendekatan manajerial dan pendekatan psikologikal. Manajemen dari kata “ Management “. Diterjemahkan pula menjadi pengelolaan, berarti proses penggunaan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran. Sedangkan pengelolaan adalah proses yang memberikan pengawasan pada semua hal yang terlibat dalam pelaksanaan dan pencapaian tujuan.
Maksud manajemen kelas adalah mengacu kepada penciptaan suasana atau kondisi kelas yang memungkinkan siswa dalam kelas tersebut dapat belajar dengan efektif. Suharsimi Arikunto (1988) suatu usaha yang dilakukan guru untuk membantu menciptkan kondisi belajar yang optimal. Pengertian lain dikemukaan sebagai proses seleksi tindakan yang dilaljukan guru dalam funsinya sebagai penanggung jawab kelas dan seleksi penggunaan alat-alat belajar yang tepat sesuai masalah yang ada dan karakteristik kelas yang dihadapi. 

B.     Sikap Guru Dalam Manajemen kelas
Untuk memperkecil masalah gangguan dalam pengelolaan kelas hendaknya guru bersikap seperti yang dikemukakan oleh Djamarah (2006 : 185) yaitu:
1.      Hangat dan antusias, guru yang hangat dan akrab pada siswa akan menunjukkan antusias pada tugasnya.
2.      Menggunakan kata – kata, tindakan, cara kerja dan bahan – bahan yang menantang akan meningkatkan kegairahan siswa untuk belajar
3.      Bervariasi dalam penggunaan alat atau media pola interaksi antara guru dan siswa.
4.      Guru luwes untuk mengubah strategi mengajarnya
5.      Guru harus menekankan pada hal – hal yang positif dan menghindari pemusatan perhatian pada hal – hal yang negatif
6.      Guru harus disiplin dalam segala hal. Tipe kepemimpinan yang otoriter harus diubah menjadi lebih demokratis karena tipe kepemimpinan otoriter menumbuhkan sikap agresif tetapi siswa hanya aktif kalau ada guru dan kalau guru yang demokratis maka semua aktivitasnya akan menurun. Tipe kepemimpinan guru yang demokratis lebih mungkin terbinanya sikap persahabatan guru dan siswa dengan dasar saling mempercayai. Untuk menciptakan dan memelihara kondisi belajar yang optimal guru harus menempatkan diri sebagai model, pengembang, perencana, pembimbing dan fasilitator. 
Guru sebagai pengelola kelas sudah menerapkan tiga pendekatan dalam pengelolaan kelas yaitu pendekatan kekuasaan, pendekatan pengajaran dan pendekatan kerja kelompok. Pendekatan kekuasaan seperti yang diuraikan oleh Djamarah ( 2006 : 179 ) guru menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalam kelas. Kedisiplinan adalah kekuatan yang menuntut siswa untuk mentaatinya. Di dalam kelas ada kekuasaan dan norma yang mengikat untuk ditaati anggota kelas. Pendekatan pengajaran, pendekatan ini didasarkan atas suatu anggapan bahwa dalam perencanaan dan pelaksanaannya akan mencegah munculnya masalah tingkah laku siswa dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan kerja kelompok, dalam pendekatan ini guru menciptakan kondisi – kondisi yang memungkinkan kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Ketiga pendekatan tersebut oleh guru digabungkan digunakan untuk mengelola kelas. Sehingga tercipta pendekatan elektis atau pluralistic.
Menurut Djamarah ( 2006 : 18 ) Pendekatan elektis yaitu guru kelas memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapi dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi yang lain mungkin mengkombinasikan ketiga pendekatan tersebut. Penggabungan ketiga pendekatan ini dimaksudkan untuk menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi proses belajar mengajar bejalan efektif dan efisien.
C.    Peran Guru Dalam Manajemen Kelas
Peran guru adalah mengarahkan perubahan dan perkembanagn peserta didik dengan potensi yang dianugerahkan allah swt berupa akal yang kemudian dengan akal itu anak didik memperoleh ilmu pengetahuan yang bermanfaat bukan hanya untuk dirinya melainkan untuk masyarakat sekitar serta dengan ilmu itu anak didik dapat menjalankan perintah sebagai khalifah dimuka bumi ini.
Belajar merupakan aktivitas yang menghasilkan perubahan pada diri individu, baik yang actual maupun potensial, perubahan itu pada dasarnya berupa apa yang di dapatkan lewat kemampuan baru, yang berlaku dalam waktu yang relative lama. Perubahan terhadap pandangan belajar mengajar membawa konsekuensi kepada guru untuk meningkatkan peran dan kompetensinya karena proses belajar mengajar dan hasil belajar anak didik sebagian besar ditentukan oleh peranan dan kompetensi guru. Guru yang kompeten akan mampu menciptakan lingkungan belajr yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya menciptkan lingkungan belajar yang efektif dan akan lebih mampu mengelola kelasnya dengan baik sehingga hasil belajar anak didik akan berhasil.
Guru hendaknya mampu mengelola kelas sebagai lingkungan belajar serta merupakan aspek yang perlu diorganisasikan. Khusunya pada sekolah tingkat pemula atau yang dikenal dengan taman kanak-kanak yang mana anak didiknya masih sangat memerlukan perhatian guru khususnya dalam perspektif pengelolaan kelas.
Dunia pendidikan tidak bisa lepas dari apa yang dinamakan dengan keprofesionalan guru agar tuujuan pendidikan dapat diraih sebagaimana yang diharapkan baik dalam hal psikologis anak, dilihat dari sudut pandang yang spesifik pengelolaan kelas yang baik merupakan tuntutan yang mampu harus dipenuhi oleh seorang guru.
Peran guru dalam mengelola kelas dirumuskan dalam empat bagian yang merupakan kemampuan dasar bagi seorang guru yang meliputi bahan pelajaran, mengelola program pembelajaran, menggunakan media serta menilai prestasi anak. Berikut akan diuraikan tentang peran guru dalam mengelola kelas diantaranya :
1.      Bahan pelajaran
Sebelum guru tampil di depan kelas, terlebih dahulu harus menguasai bahan yang dikontrakan sekaligus bahan yang dapat mendukung jalannya proses pembelajaran. Dalam hal ini yang dimaksud meenguasai bahan bagi guru mengandung du lingkup penguasaan materi yaitu menguasai bahan bidang studi dalam kurikulum sekolah dan menguasai bahan yang akan disajikan.
2.      Mengelola program
Guru yang kompeten mampu mengelola program pembelajaran dengan baik, dalam hal ini ada beberapa langkah yang harus ditempuh antara lain:
a.       Merumuskan tujuan intruksional pembelajaran
b.      Mengenal dan dapat merumuskan proses instruksional yang tepat.
c.       Melaksanakan proses pembelajaran
d.      Mengenal kemampuan anak didik
e.       Merencanakan dalam melaksanakan remedial
Program pembelajaran merupakan dasar dan sarana pendukung bagi guru dalam melakukan kegiatan interaksi pembelajaran disekolah, dimana seorang guru dituntut untuk bisa menguasai keadaan anak didik. Karena tidak semua anak didik bisa diam dikala seorang guru sedang menyampaikan materri pembelajaran, sehingga guru harus betul-betul dapat menguasai keadaan anak.
3.      Menggunakan media/ sumber belajar.
Menggunakan media atau sumber belajar, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan oleh guru antara lain:
a.       Mengenal, memilih dan menggunakan suatu media.
b.      Alat bantu dalam pelajaran yang sederhana agar mudah didapat dan tidak menimbulkan penafsiran yang berbeda.
c.       Menggunakan buku sumber yang diperlukan lebih dari satu serta ditambah buku lain yang dapat menunjang
d.      Menggunakan fasilitas perpustakaan dalam proses pembelajaran baik yang berhubungan langsung seprti buku panduan atau tidak langsung seprti gambar-gambar yang dibutuhkan dalam praktek belajar.
4.      Menilai prestasi anak.
Setiap anak pada dasarnya memiliki perbedaan antara satu dengan yang lain, perbedaan semacam ini dapat membawa akibat perbedaan-perbedaan pada kegiatan yang lain, seprti perbedaan dalam hal belajar. Persoalan ini perlu diperhatikan oleh seorang guru,  karena dengan itu berarti guru dapat mengambil tindakan-tindakan instruktusional yang lebih tepat dan memadai.

D.    Macam-macam Pendekatan Dalam Manajemen Kelas
Pengelolaan kelas bukanlah masalah yang berdiri sendiri, tetapi terkait dengan berbagai faktor. Permasalahan anak didik adalah faktor utama yang dilakukan guru tidak lain adalah untuk meningkatkan kegairahan siswa baik secara berkelompok maupun secara individu. Lahirnya interaksi yang optimal bergantung dari pendekatan yang guru lakukan dalam rangka pengelolaan kelas. Syaiful Bahri Djamarah menyebutkan ada berbagai pendekatan sebagai berikut:
1.      Pendekatan kekuasaan
Pengelolan kelas diartikan sebgai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Peranan guru disisni adalah menciptakan dan mempertahankan situasi disiplin dalm kelas. Kedisiplina adalah kekuatan yang menuntut kepada anak didik untuk mentaatinya. Di dalamnya ada kekuasaan dan norma yng mengikat untuk ditaati anggota kelas. Melalui kekuasaan dalam bentuk norma itu guru mendekatinya.
2.      Pendekatan Ancaman
Dari pendekatan ancaman atau intimidasi ini, pengelolaan adalah juga sebagai suatu proses untuk mengontrol tingkah laku anak didik. Tetapi dalam mengontrol tingkah laku anak didik dilkukan dengan cara memberi ancaman, misalnya melarang, ejekan, sindiran, dan memaksa.
3.      Pendekatan Kebebasan
Pengelolaan dirtikn secara suatu proses untuk membantu anak didik agar merasa bebas untuk mengerjakan suatu kapan aja dan dimana saja. Peranan guru adalah mengusahakan semaksimal mungkin kebebasan anak didik.
4.      Pendekatan Resep
Pendekatan resep ini dilakukan dengan memberi satu daftar yang dapatt menggambarkan apa yang harus dan apa yang harus tidak boleh dikrjakan oleh guru dalam mereaksi semua masalah atau situasi yang terjadi dikelas.
5.      Pendekatan pengajaran
Pendekatan ini didasarkan suatu anggapan bahwa dalam suatu perencanaan dan pelaksaan akan mencegah munculnya masalah tingkah laku anak didik, dan memecahkan masalah itu bila tidak bisa dicegah. Pendekatan ini menganjurkan tingkah laku guru dalam mengajar untuk mencegah dan menghentikan tingkah laku anak didik yang kurang baik. Peranan guru adalah merencanakan an mengimplementasikan pelajaran yang baik.
6.      Pendekatan Sosio-Emosional
Pendekatan sosio-emosional akan terapai secara mksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembabng di dalam kelas. Hubungan tersebut meliputi hubungan antara guru dan siswa serta hubungan antar siswa. Di dalam ini guru merupakan kunci pengembangan hubungan tersebut.
7.      Pendekatan Kerja Kelompok
Dalam pendekatan ini peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok produktif, dan selain itu guru harus pula dapat menjaga kondisi kelas agar tetap baik.
8.      Pendekatan iklim sosio-emosional
Pendekatan ini didasarkan pada asumsi bahwa pengelolaan kelas yang efektif memerlukan hubungan positif dengan antara guru dan siswa serta siswa dengan siswa. Pendekatan iklim sosio-emosional akan tercapai secr maksimal apabila hubungan antar pribadi yang baik berkembang di dalam kelas.
9.      Pendekatan Proses Kelompok
Dalam pendekatan ini, peran guru adalah mendorong perkembangan dan kerja sama kelompok. Pengelolaan kelas dengan proses kelompok memerlukan kemampuan guru untuk menciptakan kondisi-kondisi yang memungkinkan kelompok menjadi kelompok yang produktif, selain itu guru juga harus dapat menjaga kondisi itu agar tetap baik. Untuk menjaga kondisi kelas tersebut guru harus dapat mempertahankan semangat yang tinggi, mengatasi konflik, dan mengurangi masalah-masalah pengelolaan.
Menurut Richard A. Schmuk & Patricia A. Schmuck (dalam Y. Padmono, 2011) untuk mengelola kelas diperlukan adanya:
a.       Pengharapan
Jika siswa merasa guru mengharapkan mereka berkelakuan buruk, sangat mungkin mereka akan berkelakuan buruk, sebaliknya jika siswa merasa guru mengharapkan mereka berkelakuan baik, memungkinkan pula siswa akan berkelakuan baik.
b.      Kepemimpinan
guru memiliki kesempatan yang besar untuk menjadi pemimpin di kelas yang menjadi tanggung jawabnya, akan tetapi kelas lebih efektif jika kepemimpinan dapat dijalankan oleh guru dan siswa. Guru meningkatkan mutu interaksi dan produktifitas kelompok dengan melatih siswa mengembangkan kemampuan kepemimpinan.
c.       Daya tarik
mengacu pada persahabatan dalam kelompok kelas. Pengelolaan kelas efektif adalah pengelolaan yang membantu mengembangkan hubungan baik antara perorangan di antara anggota kelompok.
d.      Norma-norma
norma sangat memengaruhi perseorangan karena memberikan petunjuk yang membantu anggota kelompok untuk memahami apa yang diharapkan orang lain. Guru hendaknya tidak mendominasi pembentukan norma kelompok, sebab norma bentukan guru cenderung memaksa siswa untuk menaatinya, sehingga ketaatan pada norma tersebut hanya bersifat untuk memenuhi tuntutan pihak lain.
e.       Komunikasi
guru perlu mengembangkan kecakapan murid dalam berkomunikasi tertentu, mengoreksi kata-kata, dan memberi umpan balik.
f.        Kesatuan
kelompok kelas akan efektif jika sebagian besar anggotanya termasuk guru sangat tertarik pada kelompok sebagai satu kesatuan. Guru dapat menciptakan kelompok kelas yang bersatu dengan membuat diskusi tentang penghargaan, dengan penyebaran kepemimpinan, mengembangkan persahabatan kelompok, dan sering menggunakan arus komunikasi dua arah.
10.  Pendekatan Elektris atau Pluralistik
Pendekatan elektis (electic approach) ini menekankan pada potensialitas, kreativitas, dan inisiatif wali atau guru kelas dalam memilih berbagai pendekatan tersebut berdasarkan situasi yang dihadapinya. Penggunaan pendekatan itu dalam suatu situasi mungkin dipergunakan salah satu dan dalam situasi lain mungkin harus mengkombinasikan dua atau ketiga pendekatan tersebut. Pendekatan elektis disebut juga pendekatan pluralistik, yaitu pengelolaan kelas yang berusaha menggunakan berbagai macam pendekatan yang memiliki potensi untuk dapat menciptakan dan mempertahankan suatu kondisi memungkinkan proses belajar mengajar berjalan efektif dan efisien. Guru memilih dan menggabungkan secara bebas pendekatan tersebut sesuai dengan kemampuan, selama maksud dan penggunaannya untuk menciptakan dan mempertahankan kondisi kelas yang memberi kemungkinan proses belajar mengajar berjalan secara efektif dan efisien.







DAFTAR PUSTAKA
Ekosiswoyo, Rasdi dan Maman Rachman. 2002. Manajemen Kelas. Semarang : IKIP Semarang
         Press 
Racman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
         Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi 


8 komentar:

  1. Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik.

    BalasHapus
  2. Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik dan jugaaa peserta didiknya

    BalasHapus
  3. Sangat membantu saya dalam mengerjakan tugas2 kuliah👍terimakasih kak

    BalasHapus
  4. sangat menarik dan bermanfaat kak

    BalasHapus
  5. Materinya bagus, dan bermanfaat dalam mengerjai tugas

    BalasHapus
  6. Trimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin sekolah

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH ...