Senin, 19 Agustus 2019

Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas


TUGAS 4
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
Aspek, Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas
Oleh:
SINTA KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas: 7.5 PGSD
Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

A.    Aspek-aspek Manajemen Kelas
Adapun aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif.
Menurut Oemar Hamalik ada & aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
1.      Aspek tujuan instruksional
2.      Aspek materi pelajaran
3.      Aspek metode dan strategi pembelajaran
4.      Aspek ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5.      Aspek media instruksional
6.      Aspek penilaian
7.      Aspek penunjang fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan kelas:
1.      Sifat-sifat kelas
2.      Kekuatan pendorong kekuatan kelas
3.      Memahami situasi kelas
4.      Mendiagnosis situasi kelas
5.      Bertindak selektif
6.      Bertindak kreatif
7.      Untuk memperbaiki kondisi kelas.
Selain itu ada beberapa aspek yang harus oleh seorang guru dalam mengelola kelas, yaitu:
1.       Pengaturan atau pengkondisian fisik
a.       Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Empat kunci penataan ruang bagi pengaturan ruang yang baik, yaitu:
1)      Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas dari kemacetan
2)      Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan mudah oleh guru
3)      Jaga material pelajaran yang sering digunakan dan perlengkapan siswa mudah diakses
4)      Pastikan bahwa para siswa dapat dengan mudah melihat presentasi dan tampilan seisi kelas.
b.      Pengaturan tempat duduk
Dibawah ini  adalah gaya atau model penataan tempat duduk dalam ruang kelas:
1)      Penataan kelas gaya auditorium
2)      Gaya tatap muka ( face to face)
3)      Gaya off-set
4)      Gaya seminar
5)      Gaya klaster (cluster)
c.       Ventilasi dan pengaturan cahaya.
Ventilasi ini harus menjamin kesehatan peserta didik. Demikian halnya dengan lampu penerangan, ketika lampu terang siswa belajar tanpa merasa ada gangguan, sementara kalau lampu gelap belajar menjadi tidak konsentrasi.
Dalam studi yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika, H. I. Taylor dan J, Orlansky melaporkan bahwa udara panas menurunkan nilai beberapa pelajaran intelektual maupun fisik secara drastis.
d.      Penataan keindahan dan kebersihan kelas
1)      Hiasan dinding
2)      Penempatan lemari: untuk buku didepan dan alat-alat peraga dibelakang
3)      Pemeliharaan kebersihan: siswa bergiliran membersihkan kelas, guru memeriksa kebersihan dan ketertiban kelas.
2.       Pengaturan peserta didik
a.       Postur tubuh anak yang tinggi sebaiknya ditempatkan di belakang.
b.      Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan atau pendengaran sebaiknya ditempatkan di depan.
c.       Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung dengan anak didik yang kurang cerdas.
d.      Anak didik yang pandai bicara dikelompokkan dengan anak didik pendiam.
e.       Anak didik yang gemar membuat keributan dan mengganggu temannya lebih baik dipisah dan tidak terlepas dari pengawasan guru.
3.        Permasalahan Kelas
Ketidaktercapaian seorang guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran sejalan dengan kurang cakapnya pendidik dalam manajemen kelas. Indikator dari keberhasilan tersebut meliputi prestasi belajar peserta didik rendah,yang tidak sesuai dengan standar atau batas ukuran yang telah ditentukan. Lebih lanjut lgi, berhasil atau tidaknya manajemen kelas bergantung pada dua faktor utama, yaitu: guru dan peserta didik. Permasalahan yang disebabkan oleh faktor guru diantaranya adalah:
a.       Ketidakmampuan dalam memisahkan urusan pribadi dengan urusan pekerjaan.
b.      Beban pekerjaan administratif yang menyita banyak waktu.
c.       Penampilan fisik dan gaya belajar yang kurang menarik.
d.      Pengendalian emosi yang kurang.
e.       Keterampilan komunikasi yang kurang efektif pada peserta didik.
Sementara itu, permasalahan yang muncul dari faktor peserta didik disebutkan seperti berikut:
a.       Persaingan yang tidak sehat antar peserta didik
b.      Perbedaan jenis kelamin, suku, ras, dan agama sehingga memunculkan rasa tidak senang dengan peserta didik lain.
c.       Reaksi yang muncul didalam kelas akibat suatu peristiwa cenderung negatif seperti perilaku melawan dan mengancam pendidik.
d.      Sebagian teman satu kelas akan memberikan toleransi kesalahan yang disebabkan oleh temannya seperti tidak mengerjakan pekerjaan rumah.
e.       Kesulitan siswa dalam beradaptasi dengan lingkungan kelas yang baru.
Konsekuensinya, keberagaman permasalahan perilaku peserta didik dapat menimbulkan dampak negatif dalam manajemen kelas, seperti berikut:
a.       Kurangnya kesatupaduan, yang ditandai perbedaan visi misi antarkelompok belajar dan perbedaan jenis kelamin didalam kelas.
b.      Tidak ada standar perilaku dalam belajar secara kelompok, yang ditandai dengan ketidakteraturan peserta didik dalam proses pembelajaran seperti mengobrol dengan peserta didik lainnya selama pembelajaran berlangsung.
c.       Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, yang ditunjukkan dengan adanya perselisihan antaranggota kelompok.
d.      Moral rendah, permusuhan, agresif, yang ditunjukkan dengan kurangnya alat-alat pembelajaran dan sarana prasarana lainnya. 
B.     Fungsi Manajemen Kelas
Manajemen kelas selain memberi makna penting bagi pencipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang optimal, manajemen kelas berfungsi ;
1.      Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala macam tugas seperti : membentu kelompok dalam pembagian tugas, membantu pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasa dengan kelompok atau kelas, membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
2.      Merencanakan: memikirkan dan menetapkan secara matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan metode/ teknik yang tepat.
3.      Mengorganisasikan :
a)      Menentukan sumber daya dan kegiatan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
b)      Merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang berisi orang yang mampy membawa organisasi pada tujuan.
c)      Menugaskan seorang atau kelompok orang dalam suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu.
d)     Mendelegasikan wewenang kepada individu yang berhubungan dengan keleluasaan melaksanakan tugas.
4.      Memimpin: pemimpin harus memiliki sifat kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi suri tauladan.
5.      Mengendalikan: memastikan bahwa aktivitas sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
C.    Factor-faktor Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas.
Menurut Pidarta sebagaimana dikutip oleh Syaiful Bahri, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi manajemen kelas:
1.      Kurang kesatuan, dengan kelompok-kelompok, klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin
2.      Tidak ada standar prilaku dalam bekerja kelompok, misalnya siswa ribut, bercakap-cakap, pergi ke sana ke mari, dan sebagainya
3.      Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, misalnya ribut, bermusuhan, mengucilkan, merendahkan kelompok bodoh dan sebagainya
4.      Kelas metoleransi kekeliruan, kekeliruan temannya adalah menerima dan mendorong prilaku siswa yang keliru
5.      Mudah mereaksi negatif/terganggu, misalnya bila didatangi monitor, tamu-tamu, iklim dan berubah dan sebagainya
6.      Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang dan sebagainya
7.      Tidak mampu menyesuaiakan diri dengan lingkungan yang berubah, seperti tugas tambahan, anggota kelas yang baru, situasi baru dan lain sebagainya.
Dari masalah yang dimiliki dalam kelompok besar itu, menjadi tugas guru dalam mengatur dan memainkan perannya sebagai sumber belajar siswa, agar segala tujuan proses belajar mengajar yang berlangsung dapat mencapai hasil yang maksimal.
Munculnya variasi prilaku yang terjadi pada diri peserta didik disebabkan dengan adanya beberapa faktor utama, yaitu:
1.      Karena pengelompokan (pandai, sedang, bodoh). Kelompok yang bodoh akan menjadi sumber negatif, penolakan, dan apatis
2.      Dari karakteristik individual, seperti perbedaan kemampuan, tidak ada kepuasan, atau latar belakang ekonomi rendah yang berpengaruh terhadap kemampuan
3.      Kelompok yang pandai akan terhalang oleh teman-temannya yang tidak mampu seperti dia. Kelompok ini sering menolak standar yang diberikan oleh guru. Sering juga kelompok ini menuntut norma sendiri yang terkadang tidak sesuai dengan harapan sekolah
4.      Dalam latihan diharapkan semua siswa tenang dan bekerja sepanjang jam pelajaran, kalau ada interupsi atau ada interaksi terkadang mereka tegang dan cemas
Dari organisasi kurikulum tentang team teaching, misalnya anak didik pergi dari satu guru ke guru yang lain dan dari satu kelompok ke kelompok yang lain.
Selain dari faktor di atas, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi penerapan manajemen kelas yaitu: faktor guru, factor siswa, faktor fasilitas, faktor keluarga.



























DAFTAR RUJUKAN
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: PT.
       Rineka Cipta
Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyam. 1994. Kemampuan Dasar Guru dalam Proses
       Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Suharsimi, Arikunto. 1988. Pengelolaan kelas dan Siswa. Jakarta : Rineka Cipta
Syarifurahman. 2013. Metode Dalam Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks.

6 komentar:

  1. Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik dan jugaaa peserta didiknya

    BalasHapus
  2. materinya lengkap sekali, thanks

    BalasHapus
  3. Terimakasih, sangat membantu sekali materinya

    BalasHapus
  4. Trimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya

    BalasHapus

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin sekolah

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH ...