TUGAS 4
MANAJEMEN
KELAS di SD
Tentang
Aspek,
Fungsi dan Faktor Manajemen Kelas
Oleh:
SINTA
KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas:
7.5 PGSD
Dosen
Pengampu:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
A. Aspek-aspek Manajemen Kelas
Adapun aspek-aspek yang perlu
diperhatikan dalam manajemen kelas adalah sifat kelas, pendorong kekuatan
kelas, situasi kelas, tindakan selektif, dan kreatif.
Menurut Oemar Hamalik ada
& aspek yang memiliki fungsi berbeda dalam proses belajar mengajar, tetapi
merupakan satu kesatuan bulat, yaitu:
1.
Aspek tujuan instruksional
2. Aspek
materi pelajaran
3. Aspek
metode dan strategi pembelajaran
4. Aspek
ketenagaan, meliputi aspek siswa, waktu, tempat, perlengkapan
5. Aspek
media instruksional
6. Aspek
penilaian
7. Aspek
penunjang fasilitas
Menurut Lois V. Johnson dan
May Bany mengemukakan aspek-aspek yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan
kelas:
1. Sifat-sifat
kelas
2. Kekuatan
pendorong kekuatan kelas
3. Memahami
situasi kelas
4. Mendiagnosis
situasi kelas
5. Bertindak
selektif
6. Bertindak
kreatif
7. Untuk
memperbaiki kondisi kelas.
Selain itu ada beberapa aspek yang harus oleh seorang guru
dalam mengelola kelas, yaitu:
1.
Pengaturan atau
pengkondisian fisik
a.
Ruang tempat berlangsungnya proses belajar mengajar
Empat
kunci penataan ruang bagi pengaturan ruang yang baik, yaitu:
1)
Jadikan wilayah berlalu lintas tinggi bebas
dari kemacetan
2)
Pastikan bahwa para siswa dapat dipantau dengan
mudah oleh guru
3)
Jaga material pelajaran yang sering digunakan
dan perlengkapan siswa mudah diakses
4)
Pastikan bahwa para siswa dapat dengan mudah
melihat presentasi dan tampilan seisi kelas.
b.
Pengaturan tempat duduk
Dibawah ini adalah gaya
atau model penataan tempat duduk dalam ruang kelas:
1)
Penataan kelas gaya auditorium
2)
Gaya tatap muka ( face to face)
3)
Gaya off-set
4)
Gaya seminar
5)
Gaya klaster (cluster)
c.
Ventilasi dan pengaturan cahaya.
Ventilasi
ini harus menjamin kesehatan peserta didik. Demikian halnya dengan lampu
penerangan, ketika lampu terang siswa belajar tanpa merasa ada gangguan,
sementara kalau lampu gelap belajar menjadi tidak konsentrasi.
Dalam
studi yang dilakukan oleh Departemen Pertahanan Amerika, H. I. Taylor dan J,
Orlansky melaporkan bahwa udara panas menurunkan nilai beberapa pelajaran
intelektual maupun fisik secara drastis.
d.
Penataan keindahan dan kebersihan kelas
1)
Hiasan dinding
2)
Penempatan lemari: untuk buku didepan dan
alat-alat peraga dibelakang
3)
Pemeliharaan kebersihan: siswa bergiliran
membersihkan kelas, guru memeriksa kebersihan dan ketertiban kelas.
2. Pengaturan peserta didik
a.
Postur tubuh anak yang tinggi sebaiknya
ditempatkan di belakang.
b.
Anak didik yang mengalami gangguan penglihatan
atau pendengaran sebaiknya ditempatkan di depan.
c.
Anak didik yang cerdas sebaiknya digabung
dengan anak didik yang kurang cerdas.
d.
Anak didik yang pandai bicara dikelompokkan
dengan anak didik pendiam.
e.
Anak didik yang gemar membuat keributan dan
mengganggu temannya lebih baik dipisah dan tidak terlepas dari pengawasan guru.
3. Permasalahan Kelas
Ketidaktercapaian
seorang guru dalam mewujudkan tujuan pembelajaran sejalan dengan kurang
cakapnya pendidik dalam manajemen kelas. Indikator dari keberhasilan tersebut
meliputi prestasi belajar peserta didik rendah,yang tidak sesuai dengan standar
atau batas ukuran yang telah ditentukan. Lebih lanjut lgi, berhasil atau
tidaknya manajemen kelas bergantung pada dua faktor utama, yaitu: guru dan
peserta didik. Permasalahan yang disebabkan oleh faktor guru diantaranya
adalah:
a.
Ketidakmampuan dalam memisahkan urusan pribadi
dengan urusan pekerjaan.
b.
Beban pekerjaan administratif yang menyita
banyak waktu.
c.
Penampilan fisik dan gaya belajar yang kurang
menarik.
d.
Pengendalian emosi yang kurang.
e.
Keterampilan komunikasi yang kurang efektif
pada peserta didik.
Sementara itu, permasalahan yang muncul dari faktor peserta
didik disebutkan seperti berikut:
a.
Persaingan yang tidak sehat antar peserta didik
b.
Perbedaan jenis kelamin, suku, ras, dan agama
sehingga memunculkan rasa tidak senang dengan peserta didik lain.
c.
Reaksi yang muncul didalam kelas akibat suatu
peristiwa cenderung negatif seperti perilaku melawan dan mengancam pendidik.
d.
Sebagian teman satu kelas akan memberikan
toleransi kesalahan yang disebabkan oleh temannya seperti tidak mengerjakan
pekerjaan rumah.
e.
Kesulitan siswa dalam beradaptasi dengan
lingkungan kelas yang baru.
Konsekuensinya, keberagaman
permasalahan perilaku peserta didik dapat menimbulkan dampak negatif dalam
manajemen kelas, seperti berikut:
a.
Kurangnya kesatupaduan, yang ditandai perbedaan
visi misi antarkelompok belajar dan perbedaan jenis kelamin didalam kelas.
b.
Tidak ada standar perilaku dalam belajar secara
kelompok, yang ditandai dengan ketidakteraturan peserta didik dalam proses
pembelajaran seperti mengobrol dengan peserta didik lainnya selama pembelajaran
berlangsung.
c.
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok, yang
ditunjukkan dengan adanya perselisihan antaranggota kelompok.
d.
Moral rendah, permusuhan, agresif, yang
ditunjukkan dengan kurangnya alat-alat pembelajaran dan sarana prasarana
lainnya.
B.
Fungsi
Manajemen Kelas
Manajemen kelas selain
memberi makna penting bagi pencipta dan terpeliharanya kondisi kelas yang
optimal, manajemen kelas berfungsi ;
1.
Memberi dan melengkapi fasilitas untuk segala
macam tugas seperti : membentu kelompok dalam pembagian tugas, membantu
pembentukan kelompok, membantu kerjasama dalam menemukan tujuan-tujuan
organisasi, membantu individu agar dapat bekerjasa dengan kelompok atau kelas,
membantu prosedur kerja, merubah kondisi kelas.
2.
Merencanakan: memikirkan dan menetapkan secara
matang arah, tujuan, dan tindakan sekaligus mengkaji berbagai sumber daya dan
metode/ teknik yang tepat.
3.
Mengorganisasikan :
a)
Menentukan sumber daya dan kegiatan yang
dibutuhkan untuk mencapai tujuan organisasi.
b)
Merancang dan mengembangkan kelompok kerja yang
berisi orang yang mampy membawa organisasi pada tujuan.
c)
Menugaskan seorang atau kelompok orang dalam
suatu tanggung jawab tugas dan fungsi tertentu.
d)
Mendelegasikan wewenang kepada individu yang
berhubungan dengan keleluasaan melaksanakan tugas.
4.
Memimpin: pemimpin harus memiliki sifat
kepemimpinan dan kepribadian yang dapat menjadi suri tauladan.
5.
Mengendalikan: memastikan bahwa aktivitas
sebenarnya sesuai dengan aktivitas yang direncanakan.
C.
Factor-faktor
Yang Mempengaruhi Manajemen Kelas.
Menurut Pidarta sebagaimana
dikutip oleh Syaiful Bahri, terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi manajemen kelas:
1.
Kurang kesatuan, dengan kelompok-kelompok,
klik-klik, dan pertentangan jenis kelamin
2.
Tidak ada standar prilaku dalam bekerja
kelompok, misalnya siswa ribut, bercakap-cakap, pergi ke sana ke mari, dan
sebagainya
3.
Reaksi negatif terhadap anggota kelompok,
misalnya ribut, bermusuhan, mengucilkan, merendahkan kelompok bodoh dan
sebagainya
4.
Kelas metoleransi kekeliruan, kekeliruan
temannya adalah menerima dan mendorong prilaku siswa yang keliru
5.
Mudah mereaksi negatif/terganggu, misalnya
bila didatangi monitor, tamu-tamu, iklim dan berubah dan sebagainya
6.
Moral rendah, permusuhan, agresif, misalnya
dalam lembaga dengan alat-alat belajar kurang, kekurangan uang dan sebagainya
7.
Tidak mampu menyesuaiakan diri dengan
lingkungan yang berubah, seperti tugas tambahan, anggota kelas yang baru,
situasi baru dan lain sebagainya.
Dari
masalah yang dimiliki dalam kelompok besar itu, menjadi tugas guru dalam
mengatur dan memainkan perannya sebagai sumber belajar siswa, agar segala
tujuan proses belajar mengajar yang berlangsung dapat mencapai hasil yang
maksimal.
Munculnya
variasi prilaku yang terjadi pada diri peserta didik disebabkan dengan adanya
beberapa faktor utama, yaitu:
1.
Karena pengelompokan (pandai, sedang, bodoh).
Kelompok yang bodoh akan menjadi sumber negatif, penolakan, dan apatis
2.
Dari karakteristik individual, seperti
perbedaan kemampuan, tidak ada kepuasan, atau latar belakang ekonomi rendah
yang berpengaruh terhadap kemampuan
3.
Kelompok yang pandai akan terhalang oleh
teman-temannya yang tidak mampu seperti dia. Kelompok ini sering menolak
standar yang diberikan oleh guru. Sering juga kelompok ini menuntut norma
sendiri yang terkadang tidak sesuai dengan harapan sekolah
4.
Dalam latihan diharapkan semua siswa tenang
dan bekerja sepanjang jam pelajaran, kalau ada interupsi atau ada interaksi terkadang
mereka tegang dan cemas
Dari
organisasi kurikulum tentang team teaching, misalnya anak didik
pergi dari satu guru ke guru yang lain dan dari satu kelompok ke kelompok yang
lain.
Selain
dari faktor di atas, ada beberapa faktor lain yang mempengaruhi penerapan
manajemen kelas yaitu: faktor guru, factor siswa, faktor fasilitas, faktor
keluarga.
DAFTAR
RUJUKAN
Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain. 2002. Strategi
Belajar Mengajar. Jakarta: PT.
Rineka
Cipta
Cece Wijaya dan A. Tabrani Rusyam. 1994. Kemampuan
Dasar Guru dalam Proses
Belajar
Mengajar.
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Suharsimi, Arikunto. 1988. Pengelolaan kelas
dan Siswa. Jakarta : Rineka Cipta
Syarifurahman. 2013. Metode Dalam
Pembelajaran. Jakarta: PT Indeks.
Materinya bagus, dan bermanfaat bagi pendidik dan jugaaa peserta didiknya
BalasHapusmaterinya lengkap sekali, thanks
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusTerimakasih, sangat membantu sekali materinya
BalasHapusMaterinya sangat membantu sinta
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus