TUGAS
MANAJEMEN
KELAS di SD
Tentang
PRINSIP-PRINSIP
DISIPLIN DI KELAS (PENGERTIAN DISIPLIN, BENTUK-BENTUK DISIPLIN KELAS)
Oleh:
SINTA
KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas:
7.5 PGSD
Dosen
Pengampu:
Yessi
Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH
TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA
PADANG
2019
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian Disiplin Kelas
Kata
disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk kepada belajar
dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disiple” yang
berarti mengikuti orang belajar dibawah pengawasan seorang pemimpin. Di dalam
pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi
terbentuknya satu sama lain merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin
dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Di
antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban,
baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi, 1993: 114).
Ketertiban
menunjuk kepada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib
karena didorong atau disebabkan oleh sesuatu yang datang dari luar. Disiplin
atau siasat menunjuk kepada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peratran atau
tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya.
Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam satu kelas yang didalamnya tergabung
guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah ditetapkan.
Disiplin
merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap
bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan sikap mental. Disiplin pada hakekatnya
adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang
mencerminkan rasa ketaatan , kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk
menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Sikap
disiplin yang dilakukan oleh seseorng sebenarnya adalah suatu tindakan untuk
memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut diklasifikasikan
menjadi:
1.
Nilai-Nilai
Keagamaan atau Nilai-Nilai Kepercayaan
Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan
tindak-tindak disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. Contoh: kewajiban
sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan ramadhan bagi ummat
islam; tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada
hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan sebagainya.
2.
Nilai-Nilai
Tradisional
Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tinduk pantangan yang
kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh: pantangan makan
kaki ayam kalau tulisannya ingin baik; pantangan menduduki bantal; sialnya
angka 13; pantangan menanam bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki
anak gadis dan sebagainya.
3.
Nilai-Nilai
Kekuasaan
Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan
tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak
penguasa. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya.
Contoh; harus membayar seperti, harus jongkok bila penguasa datang dan
sebagainya.
4.
Nilai-Nilai
Subjektif
Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yang
melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik. Contoh; menurut saya hal ini tidak
benar karena Pak Kiai tidak megatakannya, katanya hal tersebut dilarang karena
pak Lebe menyartakan hal yang seperti itu dan sebagainya.
5.
Nilai-Nilai
Rasional
Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya
dilakukan tindak-tinduk disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu.
Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar;
jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus menaati peraturan rambu lalu
lintas, dan sebagainya.
Disiplin
kelas merupakan hal yang esensial terhadap terciptanya perilaku tidak
menyimpang dari ketertiban kelas. Dalam semangat pendekatan pendidikan disiplin
hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip
kemanusiaan dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi para
guru dala mengambil kebijakan yang berhubungan dengan disiplin. Oleh karena
itu, pendekatan disiplin yang dilakukan oleh guru harus:
a.
Menggambarkan
prinsip-prinsip pedagogi dan hubungan kemanusiaan
b.
Mengembangkan
dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan
c.
Merefleksikan
tumbuhnya kepercayaan dan kontrol dari peserta didik
d.
Menumbuhkan
kesungguhan berbuat dan berkreasi, baik dikalangan guru dan peserta didik tanpa
ada kecurigaan dan kecemasan
e.
Menghindari
perasaan beban berat an rasa terpaksa dikalangan para peserta didik
B.
Bentuk-bentuk
Disiplin Kelas
1. Disiplin
berpakaian
Setiap jenjang sekolah memiliki aturan berpakaian secara umum dan
khusus. Misalnya, seragam harian wajib untuk anak sekolah dasar adalah baju
putih dan celana/rok berwarna merah.
Namun pada hari tertentu ada pula seragam khusus yang diberlakukan
di sekolah dasar tersebut. Misalnya pakaian muslim, pakaian khusus seragam
batik, dll.
2. Disiplin
berpenampilan
Siswa harus berpenampilan sesuai dengan aturan berpenampilan yang
ada di sekolah. Misalnya: aturan mengenai rambut siswa laki-laki, pemakaian
asesoris, berbicara dan bersikap terhadap teman dan guru,dll.
3. Disiplin
belajar
Disiplin
belajar berkaitan
dengan aturan dan prosedur tentang kegiatan belajar selama mengikuti kegiatan
belajar di sekolah. Misalnya, waktu mulai kegiatan belajar, waktu istirahat dan
waktu berakhirnya jam belajar di sekolah.
4. Disiplin
lingkungan
Disiplin lingkungan adalah aturan yang ditetapkan kepada siswa
untuk mengelola lingkungan
sekolah dan
kelas. Misalnya, disiplin piket harian di kelas untuk membersihkan lingkungan
kelas sebelum jam belajar dimulai.
DAFTAR
PUSTAKA
Ali
Imron. 2011. Menajemen Peserta Didik
Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara
Ranchman,
Maman. 1998. Manajemen Kelas.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan Direktorat Jenderal
Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru
Sekolah Dasar.
sangat bermanfaat bagi pembaca, terimakasih kak
BalasHapusSangat bermanfaat kak👍
BalasHapusSangat membantu sekali artikelnya 👍
BalasHapusTerimakasih. Blog nya sangat bermanfaat
BalasHapusMaterinya bagus
BalasHapusMaterinya sangat membantu sinta
BalasHapusTrimakasih telah berbagi informasi, materi ini sangat bermanfaat bagi saya
BalasHapus