Selasa, 27 Agustus 2019

PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN DI KELAS (PENGERTIAN DISIPLIN, BENTUK-BENTUK DISIPLIN KELAS)


TUGAS
MANAJEMEN KELAS di SD
Tentang
PRINSIP-PRINSIP DISIPLIN DI KELAS (PENGERTIAN DISIPLIN, BENTUK-BENTUK DISIPLIN KELAS)
Oleh:
SINTA KHAIRANI UTAMI
1620189
Kelas: 7.5 PGSD
Dosen Pengampu:
Yessi Rifmasari, M.Pd
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
ADZKIA PADANG
2019

BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Disiplin Kelas
Kata disiplin berasal dari bahasa latin “disciplina” yang menunjuk kepada belajar dan mengajar. Kata ini berasosiasi sangat dekat dengan istilah “disiple” yang berarti mengikuti orang belajar dibawah pengawasan seorang pemimpin. Di dalam pembicaraan disiplin dikenal dua istilah yang pengertiannya hampir sama tetapi terbentuknya satu sama lain merupakan urutan. Kedua istilah itu adalah disiplin dan ketertiban, ada juga yang menggunakan istilah siasat dan ketertiban. Di antara kedua istilah tersebut terlebih dahulu terbentuk pengertian ketertiban, baru kemudian pengertian disiplin (Suharsimi, 1993: 114).
Ketertiban menunjuk kepada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peraturan atau tata tertib karena didorong atau disebabkan oleh sesuatu yang datang dari luar. Disiplin atau siasat menunjuk kepada kepatuhan seseorang dalam mengikuti peratran atau tata tertib karena didorong oleh adanya kesadaran yang ada pada kata hatinya. Disiplin kelas adalah keadaan tertib dalam satu kelas yang didalamnya tergabung guru dan siswa taat kepada tata tertib yang telah ditetapkan.
Disiplin merupakan sesuatu yang berkenaan dengan pengendalian diri seseorang terhadap bentuk-bentuk aturan. Disiplin merupakan sikap mental. Disiplin pada hakekatnya adalah pernyataan sikap mental dari individu maupun masyarakat yang mencerminkan rasa ketaatan , kepatuhan yang didukung oleh kesadaran untuk menunaikan tugas dan kewajiban dalam rangka pencapaian tujuan.
Sikap disiplin yang dilakukan oleh seseorng sebenarnya adalah suatu tindakan untuk memenuhi tuntutan nilai tertentu. Nilai-nilai tersebut diklasifikasikan menjadi:
1.      Nilai-Nilai Keagamaan atau Nilai-Nilai Kepercayaan
Nilai ini diyakini kebenarannya sehingga melahirkan tindak-tindak disiplin yang penuh ketulusan untuk berkorban. Contoh: kewajiban sholat lima waktu dan puasa selama satu bulan pada bulan ramadhan bagi ummat islam; tidak melakukan aktivitas apapun kecuali berdoa selama satu hari pada hari Raya Nyepi bagi umat Hindu dan sebagainya.
2.      Nilai-Nilai Tradisional
Nilai-nilai ini melahirkan tindak-tinduk pantangan yang kebanyakan tidak masuk akal dan mengandung misteri. Contoh: pantangan makan kaki ayam kalau tulisannya ingin baik; pantangan menduduki bantal; sialnya angka 13; pantangan menanam bunga Baugenvill di depan rumah bagi yang memiliki anak gadis dan sebagainya.
3.      Nilai-Nilai Kekuasaan
Nilai ini bersumber dari penguasa yang melahirkan tindak-tanduk disiplin demi terlaksananya tata kepemimpinan menurut kehendak penguasa. Nilai ini biasanya diikuti sanksi bagi yang tidak melaksanakannya. Contoh; harus membayar seperti, harus jongkok bila penguasa datang dan sebagainya.
4.      Nilai-Nilai Subjektif
Pengakuan dari nilai ini berdasarkan penilaian pribadi yang melahirkan tindak-tanduk yang egosentrik. Contoh; menurut saya hal ini tidak benar karena Pak Kiai tidak megatakannya, katanya hal tersebut dilarang karena pak Lebe menyartakan hal yang seperti itu dan sebagainya.
5.      Nilai-Nilai Rasional
Nilai yang memberi penjelasan dan alasan perlu tidaknya dilakukan tindak-tinduk disiplin tertentu untuk mencapai tujuan tertentu. Contoh: jika ingin berhasil dengan baik dalam sekolah maka harus rajin belajar; jika ingin selamat maka semua pengguna jalan harus menaati peraturan rambu lalu lintas, dan sebagainya.

Disiplin kelas merupakan hal yang esensial terhadap terciptanya perilaku tidak menyimpang dari ketertiban kelas. Dalam semangat pendekatan pendidikan disiplin hendaknya memiliki basis kemanusiaan dan prinsip-prinsip demokrasi. Prinsip kemanusiaan dan demokrasi berfungsi sebagai petunjuk dan pengecek bagi para guru dala mengambil kebijakan yang berhubungan dengan disiplin. Oleh karena itu, pendekatan disiplin yang dilakukan oleh guru harus:
a.       Menggambarkan prinsip-prinsip pedagogi dan hubungan kemanusiaan
b.      Mengembangkan dan membentuk profesionalisme personel dan sosial lulusan
c.       Merefleksikan tumbuhnya kepercayaan dan kontrol dari peserta didik
d.      Menumbuhkan kesungguhan berbuat dan berkreasi, baik dikalangan guru dan peserta didik tanpa ada kecurigaan dan kecemasan
e.       Menghindari perasaan beban berat an rasa terpaksa dikalangan para peserta didik

B.     Bentuk-bentuk Disiplin Kelas
1.      Disiplin berpakaian
Setiap jenjang sekolah memiliki aturan berpakaian secara umum dan khusus. Misalnya, seragam harian wajib untuk anak sekolah dasar adalah baju putih dan celana/rok berwarna merah.
Namun pada hari tertentu ada pula seragam khusus yang diberlakukan di sekolah dasar tersebut. Misalnya pakaian muslim, pakaian khusus seragam batik, dll.
2.      Disiplin berpenampilan
Siswa harus berpenampilan sesuai dengan aturan berpenampilan yang ada di sekolah. Misalnya: aturan mengenai rambut siswa laki-laki, pemakaian asesoris, berbicara dan bersikap terhadap teman dan guru,dll.
3.      Disiplin belajar
Disiplin belajar berkaitan dengan aturan dan prosedur tentang kegiatan belajar selama mengikuti kegiatan belajar di sekolah. Misalnya, waktu mulai kegiatan belajar, waktu istirahat dan waktu berakhirnya jam belajar di sekolah.
4.      Disiplin lingkungan
Disiplin lingkungan adalah aturan yang ditetapkan kepada siswa untuk mengelola lingkungan sekolah dan kelas. Misalnya, disiplin piket harian di kelas untuk membersihkan lingkungan kelas sebelum jam belajar dimulai.










DAFTAR PUSTAKA
Ali Imron. 2011. Menajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Jakarta: Bumi Aksara
Ranchman, Maman. 1998. Manajemen Kelas. Jakarta: Departemen Pendidikan dan
        Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru  
        Sekolah Dasar.


7 komentar:

membina hubungan sekolah dengan masyarakat dalam melaksanakan disiplin sekolah

TUGAS MANAJEMEN KELAS di SD Tentang MEMBINA HUBUNGAN SEKOLAH DENGAN MASYARAKAT DALAM MELAKSANAKAN DISIPLIN SEKOLAH ...